We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Pinny dan Kesehariannya

Pinny dan Kesehariannya

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 13, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Family Life
Abuse and Trauma
Coming of Age
Bagi Pinny, selamat dari dunia virtual yang mematikan hanyalah awal dari masalah. Kini, ia harus menghadapi tantangan yang jauh lebih aneh: kehidupan normal sebagai siswi SMK! Ikuti keseharian Pinny yang penuh dengan penemuan-penemuan absurd, perdebatan lucu dengan orang sekitar tentang hal-hal sepele, dan usahanya menjaga teman-teman serta hatinya. Namun, di balik tawanya, ia masih harus menghadapi bayang-bayang keluarganya di Amerika dan mencari jati diri yang sedang beradaptasi dengan trauma pasca-Spabilaker. *** Sebuah novella episodik yang merangkai kisah keseharian Pinny pasca-Spabilaker. Disarankan membaca novel "Spabilaker" terlebih dahulu untuk pengalaman yang lebih lengkap.
All Rights Reserved
#53
persahabatan
WpChevronRight
Series

Seri Kota Permata

  • Let's Be Friends!
    8 parts
  • Alvano's Experiment
    39 parts
  • Spabilaker
    33 parts
  • 7 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Final Letter
  • ONCE UPON AN ALICE (END)
  • Siklus Ganti Kulit {TAMAT}
  • I am Not Me (End)
  • All the Bad Things
  • That's Okay | [Selesai]
  • Another Mother
  • Cerpen 3 Tema: A New Start | Book 2
  • Adolescence  [✔️]
  • Prelude

Apakah memahami seseorang berarti harus menanggung sunyi tanpa jeda? Namun, berapa lama jiwa dapat bertahan sebelum luluh dalam lenyap yang tak bernama? Ataukah, cinta sejati justru menuntut keberanian untuk berpisah agar keduanya tak mati dalam asa yang sama? Dysa pikir, segala tentang Galang telah benar-benar sirna. Nama, kenangan, bahkan rindu yang dulu begitu rajin singgah pun perlahan menua. Hingga akhirnya, satu surat yang terlambat tiba menutup bab kisah mereka lewat kata-kata yang tertunda. "Kisah kita memang telah usai, tapi biarlah kenangan ini menjadi sajak yang kelak abadi. Karena tak semua yang indah harus dimiliki, dan tak semua yang pergi perlu disesali."

More details
WpActionLinkContent Guidelines