Silent Heart

Silent Heart

  • WpView
    LETTURE 20,535
  • WpVote
    Voti 1,882
  • WpPart
    Parti 48
WpMetadataReadPer adultiCompleta lun, mar 23, 2026
⚠️Trigger Warning: This story contains violence and mature content. ⚠️ Seorang prajurit yang kaku dan misterius, tidak ingin mengungkapkan masa lalunya dan identitas aslinya kepada siapa pun. Sayangnya, ia bertemu dengan seorang tupai penasaran yang akan mengungkap masa lalu dan identitasnya. Ia jatuh cinta padanya, tetapi wanita itu sudah mencintai orang lain.
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Love me or die
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Possessive Male Lead
  • I'm Not Just a Figuran
  • Garwo
  • CONTROLLED CHAOS
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Second Life : Bring Me Back To You
  • Got Dropped into a Ghost Story, Still Gotta Work
  • Jodoh Pilihan Mama

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti