Semesta dan Sisinya √

Semesta dan Sisinya √

  • WpView
    Reads 2,800
  • WpVote
    Stimmen 1,535
  • WpPart
    Teile 45
WpMetadataReadAbgeschlossen Fr., Okt. 18, 2024
WpInfo
Belletristik
Romantik
Highschool
Berisi tentang cerita yang tertulis di dalam diary seorang Sisilia Rona Renjana. Dimana kisah ini pertama kali ditulis olehnya pada 2018 di buku dengan sampul coklat yang selalu dia bawa kemana-mana. Dia menceritakan tentang kehidupan dan hari-hari yang cukup melekat dalam memori ingatannya. Lewat pena yang dia gerakkan di atas kertas putih, dia menumpahkan semua perasaannya dalam bentuk rangkaian kata yang memenuhi setiap halaman di bukunya itu. "Aku menulis ini sebagai kenang-kenangan, dan bukti bahwa aku pernah hidup di masa itu" -Sisilia Ditulis oleh achaslarf ✔️ 05 Agustus 2024 - 18 Oktober 2024
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Your Home [COMPLETE]
  • Aziela [Revisi]
  • AZ-ZKHAIRA [REVISI]
  • Look at Me (END)
  • TRAUMA ; Ingatlah Atau Lupakan
  • AYARA [END]
  • Bang. lihat Kara Sekali Saja. (END).
  • The Green Sketchbook [END]
  • Eccedentesiast | Jay Enhypen
  • Hilang

"I miss the old you, about home." ____ Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak. Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan. Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri. ____ "Gue pengen pulang dalam artian yang sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana- "Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta- "Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana- "Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka- _____ #928 fiksi remaja (01.03.20) #783 fiksi remaja (06.05.20)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien