Dia Gama

Dia Gama

  • WpView
    Reads 151
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 12, 2025
Gama, remaja yang sering mendapatkan perlakuan berbeda dari ayahnya. Seorang ayah yang selalu menuntut kesempurnaan tanpa alasan padanya. Tekanan, tuntutan, perlakuan kurang mengenakkan selalu ia dapatkan. Berbanding terbalik dengan kakak laki lakinya sendiri yang tak pernah mendapatkan hal serupa dirinya. Gavi, pemuda yang umurnya terpaut 4 tahun lebih tua dengan adik laki lakinya itu tak pernah menyangka bahwa perlakuan ayahnya yang seperti itu muncul setelah ibunya meninggal. "G-gama mohon maaf pah, maafin Gama-hahh , akhh a-ampun pah" "Maaf kamu itu gak berguna Gama!!, sampai kapan mau nyusahin terus! " matanya memerah ,tongkat golf ditangannya itu seperti ingin kembali menghantam tubuh ringkih di atas lantai marmer dingin itu. "Gama juga anak papa! bukan hanya Gavi! " "a-banghh.. tolongin Gama, akh! " . . "Gama gak seharusnya di keluarga abang ya? "
All Rights Reserved
#218
sickmale
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • [ BL ] Aku adalah Anak yang Malang. [Berhenti]
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • SELA ta KEY [END]
  • A-Z ✔️
  • Bumi ; The Hurt
  • Lightning dark story
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • 24/7-VerDika (BxB)🔞
  • Javas Drexzer [END]

Aku marah bukan berarti aku benci kalian! Aku hanya kesepian. Aku kesepian kak... Tidakkah kalian melihat itu? Aku merindukan ayah yang dulu memelukku Aku, merindukan kalian yang tidak pernah bisa ku gapai *** Ini kisah [Name], si bungsu elemental yang kehilangan segalanya. Bunda, ayah dan saudaranya. Ketujuh elemen menganggap dia egois yang menyebabkan mereka kehilangan orang tua. "Ini salah bocah itu!" -Blaze "Aku benci anak itu!" -Solar "Dulu kita kehilangan bunda juga karena dia," -Taufan "Kak, jika dia tidak ada. Apa bunda dan ayah masih hidup?" -Duri "Sebenarnya, [Name] terlalu kecil untuk disalahkan. Jika ku pikir lagi [Name] tidak salah akan kematian bunda. Tapi untuk ayah, dia memang salah. Dia melihat sendiri bagaimana wajah pucat ayah, kenapa dia tetap memaksa pergi?! Dia sama sekali tidak peduli!" -Ice "Aku kehilangan dua kali karena kau bocah!" -Halilintar "Kak gem disini, adikku tidak sendirian." -Gempa ⚠⚠⚠ BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik monsta. Saya cuma meminjam karakternya Cerita ini murni pemikiran saya Akan ada kemunculan tokoh imajinasi milik saya

More details
WpActionLinkContent Guidelines