Dia Gama

Dia Gama

  • WpView
    LECTURAS 154
  • WpVote
    Votos 17
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, abr 12, 2025
WpInfo
Ficción
Romance
Gama, remaja yang sering mendapatkan perlakuan berbeda dari ayahnya. Seorang ayah yang selalu menuntut kesempurnaan tanpa alasan padanya. Tekanan, tuntutan, perlakuan kurang mengenakkan selalu ia dapatkan. Berbanding terbalik dengan kakak laki lakinya sendiri yang tak pernah mendapatkan hal serupa dirinya. Gavi, pemuda yang umurnya terpaut 4 tahun lebih tua dengan adik laki lakinya itu tak pernah menyangka bahwa perlakuan ayahnya yang seperti itu muncul setelah ibunya meninggal. "G-gama mohon maaf pah, maafin Gama-hahh , akhh a-ampun pah" "Maaf kamu itu gak berguna Gama!!, sampai kapan mau nyusahin terus! " matanya memerah ,tongkat golf ditangannya itu seperti ingin kembali menghantam tubuh ringkih di atas lantai marmer dingin itu. "Gama juga anak papa! bukan hanya Gavi! " "a-banghh.. tolongin Gama, akh! " . . "Gama gak seharusnya di keluarga abang ya? "
Todos los derechos reservados
#485
blood
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Little Sister [Boboiboy Elemental]
  • Puppet and String (Re-publish)
  • Transmigrated as twins
  • too beautiful to notice (YananTianjiarui)(END)
  • Bumi ; The Hurt
  • Bukan Cerita Kita
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Lightning dark story
  • Hypomone {ὑπομονή} || END✓

Aku marah bukan berarti aku benci kalian! Aku hanya kesepian. Aku kesepian kak... Tidakkah kalian melihat itu? Aku merindukan ayah yang dulu memelukku Aku, merindukan kalian yang tidak pernah bisa ku gapai *** Ini kisah [Name], si bungsu elemental yang kehilangan segalanya. Bunda, ayah dan saudaranya. Ketujuh elemen menganggap dia egois yang menyebabkan mereka kehilangan orang tua. "Ini salah bocah itu!" -Blaze "Aku benci anak itu!" -Solar "Dulu kita kehilangan bunda juga karena dia," -Taufan "Kak, jika dia tidak ada. Apa bunda dan ayah masih hidup?" -Duri "Sebenarnya, [Name] terlalu kecil untuk disalahkan. Jika ku pikir lagi [Name] tidak salah akan kematian bunda. Tapi untuk ayah, dia memang salah. Dia melihat sendiri bagaimana wajah pucat ayah, kenapa dia tetap memaksa pergi?! Dia sama sekali tidak peduli!" -Ice "Aku kehilangan dua kali karena kau bocah!" -Halilintar "Kak gem disini, adikku tidak sendirian." -Gempa ⚠⚠⚠ BoBoiBoy dan kawan-kawan hanya milik monsta. Saya cuma meminjam karakternya Cerita ini murni pemikiran saya Akan ada kemunculan tokoh imajinasi milik saya

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido