Good Boy

Good Boy

  • WpView
    Reads 402
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 2, 2015
Nicole Valencia Simpson, gadis yang sangat menarik untuk kalangannya. Gadis yang cerdas untuk mendapatkan beasiswa di Universitas America. Nicole percaya tentang adanya keajaiban, ia selalu berusaha untuk mendapatkan sesuatu. Ia bisa saja percaya dengan keajaiban, dengan sepenuhnya. Laki-laki bernama Justin Drew Bieber, anak dari pemilik perusahaan Bieber Company ini di cap sebagai Badboy di hadapan semua orang. Ia meyakinkan dirinya, kalau dia tidak akan pernah bisa berubah dengan apapun. Maksudnya, tidak ada seorangpun yang bisa merubah sikap dia. Dia tidak pernah percaya lagi dengan adanya keajaiban. Mampukah Justin Bieber merubah sikapnya? Check it's out⇨
All Rights Reserved
#76
camerondallas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sparks Between Us
  • I Love a Vampire -KTH (END)
  • Love That Should I Have
  • Our Apartment
  • Birthday | (Bieber Love Story Oneshoot)
  • Jodoh Gue!!! [END]
  • Between My Past and My Future
  • Stray Kids🌿 Mate Vampire ; Bangchan X You
  • The Half Blood Vampire
  • BADBOY IS MY HUSBAND [TERBIT]

Sinopsis: Justin dan Juliette dijodohkan oleh kedua orangtua mereka-sebuah keputusan yang terasa konyol bagi dua pribadi yang tampaknya tak memiliki satu pun kesamaan. Justin, pria tampan, cerdas, dan populer, mempertanyakan keputusan ayahnya: mengapa harus dijodohkan dengan Juliette, gadis aneh yang sulit ditebak dan terlalu berbeda dari semua perempuan yang pernah ia kenal? Sementara Juliette, yang terbiasa hidup tenang dan berpikir kritis, tak habis pikir: kenapa semua orang mengagumi Justin seperti seorang dewa, padahal baginya pria itu tidak lebih dari ego besar yang dibungkus pesona palsu? Kencan pertama mereka berjalan mengenaskan-canggung, dingin, dan penuh keengganan. Hari-hari berikutnya tak jauh berbeda, penuh paksaan, rutinitas, dan usaha tak kentara untuk saling menjauh. Namun waktu memiliki cara tersendiri untuk meretas jarak. Di balik benturan kepribadian dan sikap saling menjatuhkan, perlahan muncul celah-tempat di mana pengertian mulai tumbuh, dan prasangka mulai goyah. Justin mulai melihat bahwa Juliette tidak seaneh yang ia kira. Justru berbeda-dan itu yang membuatnya istimewa. Juliette pun mulai menyadari bahwa di balik kesombongan Justin, ada sisi yang tak ia duga: rapuh, jujur, dan mungkin... tulus. Mereka tidak mencari cinta. Tapi mungkinkah cinta justru diam-diam menemukan mereka? ***

More details
WpActionLinkContent Guidelines