BERPAMIT

BERPAMIT

  • WpView
    Reads 747
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
katakan pada malam yang rupanya mengkhianati...bulan pada guitanya kemanakah gerangan? lantaran menjanjikan kemarakan cahayani berkali-kali...dan berkali-kali....bajingan-bajingan sunyi singgah kerap geram dengan aku yang mengais rindu diantara amatir ironi dan aku...harus menganggap ayah selayaknya ilusi? bukan benci...kecewa lantaran aku di kunci oleh tirani jagatmu yang pelik ini itu tentara memandangku agaknya dengan segudang sendu, aku kerap di rajam waktu, dan bukanya aku benalu? lantaran mengapa ia termangu dan..."jangan mati Pandu, bukan ini yang Ayah mau...Ayah minta maaf"
All Rights Reserved
#137
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Harapan (Tamat)√
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • My Love Pak Doreng
  • Juan [REVISI]
  • Hyacinth
  • Aku Benci Papah!!
  • Zakia & Sang Abdi Negara
  • Dia Abangku!
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR

"Mas Fadhil puas!? Puas karena telah berhasil bertemu dengan ayah kandungmu, tetapi harus mengorbankan nyawa Papa!" Arfan mendorong tubuh Fadhil hingga membuatnya terjungkal. Arrgh!!! Fadhil meringis pelan ketika lukanya membentur tanah tanpa sengaja, alisnya saling bertautan dengan dahi yang mengeryit dalam. Namun, sebisa mungkin diabaikan karena tak ingin terlihat lemah di hadapan semua orang. "Arfan, kamu jangan keterlaluan! Kondisi Fadhil masih lemah, dan enggak seharusnya kamu bersikap kasar seperti itu!" bentak Qiana sembari membantu Fadhil kembali duduk di kursi rodanya. "Kalian pikir kalian yang paling merasakan kehilangan dan terluka atas kematian Adnan? Salah! Justru Fadhil yang paling terluka di sini, asal kalian tahu saja!" Fauzan menimpali. Lelaki itu juga terluka, tetapi tak suka melihat Fadhil yang diperlakukan seolah-olah tersangka utama di sini. Padahal, ia sendiri juga korban dari semua kekacauan yang terjadi. Dia yakin bahwa pemuda itu yang justru terluka paling parah dibandingkan dengan yang lainnya. An amazing cover by @Triyanti_Fitri

More details
WpActionLinkContent Guidelines