BERPAMIT

BERPAMIT

  • WpView
    Reads 862
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 30, 2026
katakan pada malam yang rupanya mengkhianati...bulan pada guitanya kemanakah gerangan? lantaran menjanjikan kemarakan cahayani berkali-kali...dan berkali-kali....bajingan-bajingan sunyi singgah kerap geram dengan aku yang mengais rindu diantara amatir ironi dan aku...harus menganggap ayah selayaknya ilusi? bukan benci...kecewa lantaran aku di kunci oleh tirani jagatmu yang pelik ini itu tentara memandangku agaknya dengan segudang sendu, aku kerap di rajam waktu, dan bukanya aku benalu? lantaran mengapa ia termangu dan..."jangan mati Pandu, bukan ini yang Ayah mau...Ayah minta maaf"
All Rights Reserved
#81
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hyacinth
  • Assalamualaikum Cinta
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • SMP (sudah Mencintai Pergi)
  • My Son [END] ✔
  • Dia Abangku!
  • About kevin (End)✅
  • SANG PERWIRA_
  • Are We Brother's ? - [boynextdoor] TERBIT✓
  • ALVASANDRA
Hyacinth

[Brothership, Familyship, & Bromance Area] [Not BL!] . . . Perlakuan kasar juga sikap acuh tak acuh menjadi landasan penyesalan mereka saat melihat tubuh itu terbaring kaku di ranjang pesakitan setelah sebelumnya di tangani oleh dokter. Satu kalimat yang keluar menyentak begitu dalam relung hati mengingat semua duka yang tertoreh pada sosok lembut itu. "Tuan muda telah tiada." Begitu katanya. Sangat singkat namun kalimat itu tidak pernah ingin mereka dengar. Tidak sekali pun dalam hidup mereka. Jika saja kesempatan kedua itu ada, maka izinkan mereka untuk menebusnya. Memberikan kehidupan lebih baik padanya yang mengulas luka penyesalan paling dalam bahkan tanpa sebuah kata. "Mendekat lah, papa ingin mendengar detak jantung mu." "Jangan makan makanan tidak sehat! Bawa bekal saja dari rumah." "Jika berani bergadang, aku akan tidur sembari memelukmu hingga pagi." "Diam saja di sana, olahraga berat tidak baik untuk tubuh mu yang lemah." "Kenapa kalian semua bertingkah aneh seperti aku orang tua berusia seratus tahun?" . . . Bunga Hyacinth melambangkan duka, penyesalan, kecemburuan dan iri hati. Dalam mitosnya Hyacinth tumbuh dari darah seorang pemuda yang sangat di sayangi oleh Apollo dan Zephyr, dan dia terbunuh karena rasa iri Zephyr pada kedekatan antara si pemuda dan Apollo. Tetapi di sisi lain, Hyacinth juga memiliki makna pengampunan atas kesalahan orang lain.

More details
WpActionLinkContent Guidelines