BERPAMIT

BERPAMIT

  • WpView
    Reads 747
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 26, 2026
katakan pada malam yang rupanya mengkhianati...bulan pada guitanya kemanakah gerangan? lantaran menjanjikan kemarakan cahayani berkali-kali...dan berkali-kali....bajingan-bajingan sunyi singgah kerap geram dengan aku yang mengais rindu diantara amatir ironi dan aku...harus menganggap ayah selayaknya ilusi? bukan benci...kecewa lantaran aku di kunci oleh tirani jagatmu yang pelik ini itu tentara memandangku agaknya dengan segudang sendu, aku kerap di rajam waktu, dan bukanya aku benalu? lantaran mengapa ia termangu dan..."jangan mati Pandu, bukan ini yang Ayah mau...Ayah minta maaf"
All Rights Reserved
#137
broken
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku Benci Papah!!
  • Terluka Untuk Bahagia [ REVISI ]
  • Pelangi Setelah Hujan ✖ IDR
  • About kevin (End)✅
  • Assalamualaikum Cinta
  • Hyacinth
  • Harapan (Tamat)√
  • AIR MATA AWAN || YU JUNWON
  • Zakia & Sang Abdi Negara
  • My Son [END] ✔

Kata orang, ayah itu pahlawan yang selalu melindungi dan memberi segalanya untuk keluarganya. Namun, kenapa itu tidak berlaku untukku? "Bunda, papah apin mana?" "Bunda, kapan apin bisa main sama papah?" "Bunda, papah benci apin ya? Apin nakal ya Bun?" Sosok itu hadir, namun hanya sesekali, dan peranannya tak sepenuhnya terasa. "Bunda jangan tinggalin apin sendirian, siapapun tolong" Teriakan minta tolong menggema keras, namun tak ada yang mendengar, bahkan sosok itu pun tak kunjung hadir. "Maafin papah" Ucapan maaf telah terdengar dari sosok itu, namun apakah aku bisa memaafkannya begitu saja? Apakah aku berhak untuk melupakan semua luka yang ada? Bolehkah aku egois, menjaga jarak, dan meragukan kata-kata yang diucapkannya? "Aku benci papah!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines