Story cover for ruang by papalumol
ruang
  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 429
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jul 25, 2024
Mature
SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang.

Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi.

Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan.


Copyright © 2025, PapaLumoL
All Rights Reserved
Sign up to add ruang to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] by din4diinn
25 parts Ongoing
⚠️ Ditulis oleh: Aksaradin & NS. Sea ⚠️ Tersedia di shopee @ranisalenovel *** Haura Putri Maheswari, perempuan yang dikenal cantik, entah parasnya, maupun bentuk lukanya. Haura tumbuh pada atap sempurna, tapi cacat. Ia diperbolehkan untuk tinggal, meski suasana tampak berbeda dalam sana. Sebab, beberapa orang mungkin tidak akan pernah menganggapnya terlihat. Meskipun begitu, Haura tetap ingin bersama keluarganya. Tidak ada yang baik-baik saja, hari-hari terasa seperti berjalan pada kegelapan. Memasuki dunia yang di mana hanya ada luka dan air mata. Hidup tidak selamanya berisi kebahagiaan, memang. Luka, duka, pilu, dan rasa sedih akan selalu bertandang tanpa henti. Bahkan, tidak semua orang mampu bertahan hingga akhir. Ada yang memilih memutuskan jalannya sendiri, memilih mengutuk diri atas kelahiran, dan ada yang pulang sebelum waktunya. Namun kali ini, Haura berharap ia mampu bertahan di tengah gempuran pembenci. Tak ada yang dapat disalahkan, termasuk takdir. Semua yang terjadi sudah memiliki garisnya sendiri. Haura percaya, pada awalnya, bahwa hal-hal yang rusak pasti akan menemukan utuhnya suatu saat nanti. Hingga di mana kepercayaannya mulai pudar, seseorang datang, menuntunnya kembali pada jalan berbatu yang ia lalui sebelumnya. Ia jelas menolak, untuk apa kembali pada tempat yang sama jika harus mengulang patah yang serupa untuk kesekian kali? "Untuk membuat usaha lo menanam benih bunga di tahun-tahun sebelumnya nggak sia-sia. Gak mungkin 'kan kalau lo gak mau ngelihat hal indah yang selau lo nanti kedatangannya." - Samudra Sean Albiru **** "Ketika hidup dianugerahi patah berkali-kali, kau akan memilih mati, atau kembali sembuh dalam keadaan tak utuh?" - Seperti Tulang
You may also like
Slide 1 of 9
NALA 2: The Storm We Called Love cover
Nadi - Naya Dimas [Sudah Terbit] cover
Langit untuk Asa cover
Kue Stroberi Tahun Depan  cover
Seperti Tulang [SUDAH TERBIT] cover
24/7-VerDika (BxB)🔞 cover
Alma  cover
𝐍𝐚𝐟𝐚𝐬' cover
Senja Terakhir Semesta✔️ cover

NALA 2: The Storm We Called Love

58 parts Complete Mature

Nala menjalani pernikahan yang tenang namun sunyi bersama Arka. Di balik butik yang ia bangun, ada luka yang belum sembuh dan kata-kata yang tak pernah sempat diucap. Ketika masa lalu datang mengetuk pintu, apakah cinta yang diam bisa bertahan? Arka bukan laki-laki yang pandai merangkai rasa. Ia mencintai dengan cara yang diam-terlalu diam, hingga Nala sering merasa sendiri dalam kebersamaan. Ia takut menyakiti, tapi tak tahu cara membahagiakan. Lalu Haykal kembali, membawa kenangan yang dulu nyaris menjadi rumah bagi hati Nala. Bersamanya, Nala kembali dihadapkan pada tanya yang tak pernah selesai: Cinta macam apa yang pantas diperjuangkan, yang tenang namun hampa, atau yang pernah patah namun tak pernah benar-benar pergi? - NALA CHAPTER TWO: The Storm We Called Love (Even shattered hearts can hold the softest love)