We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ruang
  • WpView
    Reads 489
  • WpVote
    Votes 64
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 30, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
SETIAP manusia berhak mendapatkan ruang untuk bisa merasakan ketenangan walau hanya sesaat. Sekadar untuk menghela nafas sebelum menerima segala kenyataan yang akan menimpa dirinya. Mencoba menerima kepahitan dalam kehidupan yang sementara. Atau mungkin sekadar untuk menarik nafas panjang sebelum akhirnnya menerima bantingan keras hingga meremukkan tulang. Semesta tidak pernah berpihak pada Arkana Gala Dakari. Baginya, semua hanya bisa menggoreskan luka yang sangat dalam tanpa memikirkan perasaannya sedikitpun. Mereka seakan-akan tak memberikannya sebuah ruang untuk bernafas bahkan untuk sesaat. Tak pernah sedetikpun ia merasakan yang namanya ketenangan. Kesehariannya hanya berisi tentang kekhawatiran bahkan ketakutan. Arkana bahkan tidak tahu bagaimana rasa kebahagiaan yang sebenarnya. Apakah kebahagiaan itu manis seperti gula atau bahkan pahit seperti kopi. Dunia terlalu kejam untuk Arkana yang sendirian. Dalam keadaan terpuruk ia hanya bisa mencoba untuk berdiri dengan rasa sakit yang bertubi-tubi menimpa dirinya. Ia bahkan berharap mendapat jawaban dari semua doa-doa yang selalu ia panjatkan pada yang maha kuasa. Selain itu, ia juga membutuhkan ruang untuk sekadar bernafas dengan penuh ketenangan. Copyright © 2025, PapaLumoL
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝐍𝐚𝐟𝐚𝐬'
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  •  ANATHA
  • NALA KEENARA [Hiatus]
  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Argasha [ON GOING]
  • Puing luka
  • RUANG DEPRESI [ END ]

Jika suatu hari kau merasa hidup ini terlalu berat untuk dipertahankan, lihatlah mereka yang bahkan dengan napas tercekat masih berusaha tersenyum. Jangan tinggalkan dunia sebelum kau benar-benar melihat betapa berharganya satu hari yang kau miliki. ☴ ☵ ☶ ☷☴ ☵ ☶ ☷☴ ☵ ☶ ☷ Arla, seorang penari remaja dengan semangat sebesar langit sore, tak pernah menyangka bahwa satu gerakan terakhir di atas panggung akan menjadi perpisahannya dengan dunia yang ia cintai. Ketika tubuhnya perlahan menyerah pada penyakit mematikan, Arla justru menemukan makna hidup yang paling utuh: dalam tawa keluarga, pelukan sahabat, dan warna-warni yang ia lukis dari ranjang rumah sakit. Ini adalah kisah tentang kehilangan, penerimaan, dan cinta yang tetap hidup meski napas mulai tertinggal.

More details
WpActionLinkContent Guidelines