Senandung Rindu di Bawah Bulan

Senandung Rindu di Bawah Bulan

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Di malam yang sunyi, dengan angin malam yang lembut menyentuh kulit, seorang pria berdiri sendiri. wajahnya terpancar kesedihan yang mendalam, dan matanya yang sayu menatap langit malam yang gelap. Bulan purnama yang bersinar terang di langit menjadi satu-satunya cahaya yang menemaninya, memantulkan sinarnya pada mata yang penuh dengan kerinduan dan kesepian. Dia menghela napas panjang, seolah mencoba mengusir kesedihan yang menghimpit hatinya. Dalam keheningan malam, langkah-langkah ringan terdengar mendekatinya. Seorang wanita, dengan senyum lembut yang menyiratkan pengertian, mendekati pria itu. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia berdiri di sampingnya, merasakan aura kesedihan yang mengelilingi pria tersebut. Dengan penuh perhatian, wanita itu meraih tangan pria itu, memberikan kehangatan dan kenyamanan yang selama ini dia rindukan. Pria itu menoleh perlahan, matanya bertemu dengan tatapan penuh kasih wanita tersebut. Dalam diam, mereka saling memahami bahwa kehadiran satu sama lain adalah obat bagi luka hati yang menganga. Bulan di atas sana menjadi saksi pertemuan dua jiwa yang saling menyembuhkan, dalam malam yang penuh keajaiban dan harapan baru.
All Rights Reserved
#47
romans
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Melangkah Tanpa Ragu
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Di Antara Cinta dan Kenangan
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭
  • Alaskar dan Bulan

Seorang pendengki, pemarah, dan tidak tahu diri. Itulah diriku pada kehidupan pertama. Lantas pada kehidupan kedua aku belajar dari pengalaman: berhenti iri terhadap kehidupan orang lain, berusaha menerima segalanya dengan sudut pandang baru, bersekolah, lulus dengan nilai memuaskan, dan menjadi wartawan. Akan tetapi, ketika kehidupan membaik roda nasib justru menggilasku. Sekali lagi mencicipi dinginnya maut. Kupikir akan terlempar ke dimensi lain dan menjalani kehidupan baru. Namun, salah! Aku kembali ke kehidupan awalku sebagai Nana, putri adopsi keluarga Austen. Sialan! Eh tunggu dulu. Sepertinya aku baru menciptakan sedikit kerusuhan-ahahaha! Oke, saatnya mengumpulkan uang. Tidak ada salahnya meninggalkan keluarga Austen sebelum pemuja Joana, putri kandung keluarga Austen, membunuhku. Persetan dengan mereka semua. Masa bodoh dengan para nona kaya yang ingin menyingkirkan Joana. Aku muak! Sudah saatnya memikirkan diri sendiri (dengan cara sehat) dan ucapkan perpisahan. √ Berhenti mengejar cowok yang tidak mau membalas cintaku. √ Mengumpulkan uang. √ Saatnya menikmati mode pengangguran makmur. Selamat tinggal kemelaratan, rendah diri, dan masalah hidup! Aku mau jadi cewek bahagia! Bye!

More details
WpActionLinkContent Guidelines