Story cover for Mary Keaton by InayaAP
Mary Keaton
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Apr 15, 2015
Mary Keaton, seorang novelis yang menulis buku bersama kakaknya, Sylvia Keaton. Mereka tinggal di sebuah apartemen sederhana di pusat kota Ianne, Inggris(Fiksi).

Suatu hari, Mary tak sengaja hampir memotong tangan kirinya dikala ia sedang memotong wortel. Anehnya, ia tak merasa sakit padahal pisaunya sudah hampir menyentuh lengannya. Di saat yang sama, Mary menyadari bila ia memiliki ilmu kebal yang entah datang darimana. 

Ini merupakan kisah kehidupan Mary Keaton dengan kekebalannya yang luar biasa.
All Rights Reserved
Sign up to add Mary Keaton to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Satu Atap, Satu Hati by REXKUN99
29 parts Ongoing
Sandy, seorang pemuda yang baru memasuki dunia perkuliahan, hidup sendirian setelah keluarganya memutuskan untuk menetap di luar kota demi pekerjaan. Kabar yang telah sering ia dengar kembali datang: orang tuanya tak bisa pulang untuk menemaninya. Kesepian menjadi teman dekat Sandy hingga pada suatu malam, saat pulang larut, takdir mempertemukannya dengan Serena, seorang gadis misterius yang sedang duduk sendirian di halte bus. Serena, dingin dan penuh curiga, awalnya menolak setiap bentuk perhatian dari Sandy. Namun, di balik sikapnya yang keras, ia menyimpan luka dan kebingungan. Setelah pertengkaran dengan teman sekamarnya, Serena terdampar tanpa tempat tinggal. Di tengah keraguan dan keengganan, Sandy menawarkan tumpangan di rumahnya untuk sementara waktu, sebuah tawaran yang penuh risiko namun dibalut ketulusan. Kisah mereka berdua mulai terjalin di bawah satu atap. Dari dua orang asing yang terpaksa berbagi ruang, mereka perlahan saling mengenal dan memahami perasaan satu sama lain. Sandy dengan kehangatannya, dan Serena dengan dingin yang menyembunyikan kelembutan, menemukan kenyamanan yang tak terduga dalam kehadiran masing-masing. Sandy dan Serena, yang awalnya hanya terhubung oleh kebetulan, mulai menjalani hari-hari bersama, menghadapi berbagai tantangan, dan menemukan keindahan dalam momen-momen kecil kehidupan sehari-hari. Setiap hari yang mereka lewati bersama membuka peluang untuk kedekatan yang mendalam dan hubungan yang tumbuh penuh warna. Dari kebiasaan pagi hingga malam yang tenang, setiap interaksi mempererat ikatan mereka. Apakah mereka akan mampu melewati setiap rintangan yang menghadang dan menemukan cinta sejati di antara mereka? Ikuti perjalanan Sandy dan Serena dalam "Satu Atap, Satu Hati" dan saksikan bagaimana kehangatan, tawa, dan cinta dapat mengubah hidup seseorang ketika mereka menemukan rumah di hati satu sama lain.
The Man by theonlymuse
87 parts Complete
WARNING !! Cerita ini bakal bikin kamu salting brutal dan senyam senyum sendiri!!! *Short Chapter Warning* - - - "Aku gak percaya kalau kamu cuma pernah pacaran saat kamu SMA." gumam Lili seraya menatap pria tampan didepannya, Atlas. "Kenapa gak percaya?" tanya Atlas. "Well... you sounds like a pro." jawab Lili dengan senyum jahilnya. "Im a pro? of what?" tanya pria itu seakan sengaja ingin mendengar jawaban Lili. "Dalam hal menggoda dan meluluhkan hati wanita. Kamu ahlinya." jelas Lili. Berharap Atlas akan mengerti perkataannya. Mendengarnya membuat Atlas tertawa. Dari tempatnya berdiri, Lili bisa melihat telinga pria itu memerah seakan menahan malu. Hal itu mengundang senyuman di wajahnya. "Jadi kamu sudah tergoda sekarang?" tanya Atlas lagi dengan jahil yang membuat pipi Lili bersemu. "Eh?" respon Lili sekenanya. Benar - benar bingung harus menjawab apa karena harus berhadapan dengan pria semenarik Atlas ini. "Kalau kamu penasaran tentangku, why dont we get to know each others? cause im curious about you too." ucap Atlas dengan kharisma yang meledak - ledak. Rasanya Lili ingin langsung pulang saja dan kabur dari sini. Wajahnya pasti sudah semerah tomat sekarang. Mungkin sekarang Lili benar - benar terlihat seperti orang linglung dimata Atlas, karena yang bisa ia katakan untuk menjawab itu hanyalah, "Shall we?" "Yes, we shall." jawab Atlas tanpa ragu. 🎖️#16 in Roman (13-10-2024) 🎖️#26 in Roman (29-06-2025) 🎖️#57 in Romansa (11-01-2026) 🎖️#43 in Romansa (14-01-2026)
You may also like
Slide 1 of 9
Suddenly Marriage cover
NO ESCAPE ✓ cover
Haisha Tensei: The Journey Begins cover
Satu Atap, Satu Hati cover
🎵Melodi cinta buat Evan 🎶✔️ cover
The Man cover
Sepotong Kata yang Tak Selesai cover
Crazy Marriage cover
Sesuatu di Malang cover

Suddenly Marriage

64 parts Ongoing

"Mi, kemarin Pak Kades dan istrinya datang ke rumah. Dia ingin meminang kamu untuk menjadi istri anaknya," ucap Mama yang membuatku seketika langsung menghentikan kunyahan. "Mama kalau bercanda jangan pas lagi makan dong, nggak lucu kalau tiba-tiba aku tersedak terus meninggal," ucapku sambil tertawa. "Mama serius." Aku langsung melihat wajah mamaku, dari matanya aku bisa melihat keseriusan. Mendadak aku jadi merinding. "Jangan bercanda mulu dong, Ma, mana mungkin Pak Kades tiba-tiba melamar aku buat anaknya. Lagian aku nggak kenal sama anaknya Pak Kades," ucapku masih menyangkal kalau yang mamaku katakan bukanlah candaan. "Mama nggak lagi bercanda, Mi, Mama serius." Tenggorokanku serasa tercekat ketika mendengar perkataan Mama, "Ma, jadi ini serius?" Mama mengangguk dan itu membuat tubuhku seketika melemas. "Apa ini alasan Mama minta aku cepat-cepat pulang?" tanyaku yang dibalas anggukan oleh Mama. "Terus Mama jawab apa? Mama nolak 'kan?" tanyaku mulai was-was. "Ayah kamu sudah menerima, katanya nggak enak menolak tawaran Pak Kades. Kapan lagi 'kan kita bisa besanan sama orang terpandang?" Rahangku hampir saja lepas dari tempatnya saat mendengar jawaban Mama. "Nanti malam Pak Kades datang lagi ke sini sekalian bawa anaknya, mereka mau melamar kamu secara resmi." Aku semakin gila setelah mendengar sambungan perkataan Mama.