Dunia Lain

Dunia Lain

  • WpView
    Reads 53
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2015
Inaf dan sahabat-sahabatnya diajak oleh teman mereka yang kaya raya, Nahoj, ke suatu taman hiburan di kota mereka. Menjelang hari-H, mendadak sahabat-sahabat Inaf tidak bisa ikut, sehingga hanya ia, Nahier, dan teman-teman Nahier. Seperti yang sudah diduga, Inaf ditinggalkan sendirian di depan pintu gerbang. Tiba-tiba, ia ditarik oleh seorang gadis yang tidak dikenalnya menuju ke gerbang taman bermain tersebut. Mereka pun pergi ke taman hiburan di kota gadis ITU, namun di dimensi yang berbeda! Bagaimanakah kelanjutan kisah Inaf di dimensi lain tersebut? Dan bagaimana caranya ia mengajak sahabat-sahabatnya ke dimensi lain sekaligus membalas dendam kepada Nahoj kerena perlakuan pemuda tersebut?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • To Choose an Enemy (End)
  • Rumah Tanpa Atap
  • IZINKAN AKU MEMILIH [TELAH TERBIT]
  • BAD RAFA [COMPLETED]
  • keep me by your side
  • ABHIPRAYA: Not Me, But It's Me (Sudah Terbit)
  • Bad and Good
  • DIANA IS MINE (COMPLETED)✔
  • Kita dan Sebuah Kisah
  • VARA [HIATUS]

Daniel sudah cukup membuat masalah dengan hidupnya. Ia ingin menjalani tahun ketiganya di SMA dengan tenang. Namun, ia justru harus berurusan dengan gadis yang luar biasa angkuh dan keras kepala. Sebagai musuhnya. Sialnya, Daniel memilih musuh yang salah. Syvia Alejandro. Cantik, pintar, kaya, kesayangan para guru, dalam kata lain; sempurna. Berurusan dengan Syvia tak pernah menjadi hal bagus, apalagi menjadi musuhnya. Syvia bisa membuat dirinya menjadi pihak yang benar, bahkan meski dia yang bersalah. Tidak ada satu pun orang yang cukup bodoh untuk menjadi musuhnya. Kecuali satu orang. Daniel dan Syvia bagai api dan air. Daniel yang penuh emosi dan Syvia yang selalu tenang. Namun, pepatah pun mengatakan, diam-diam menghanyutkan. Syvia adalah bukti nyata pepatah itu. Dan Daniel hanyut di sana.

More details
WpActionLinkContent Guidelines