MADEVAN BHAGASKARA

MADEVAN BHAGASKARA

  • WpView
    Membaca 270
  • WpVote
    Vote 24
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 8, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
"Kalian munafik." Kalimat yang selalu Madevan lontarkan kepada semua orang. Tidak pandai menjadikan isi hati sebagai kalimat adalah keahliannya yang bodoh. Berwajah datar menyimpan makna sangat dalam. Kepintarannya juga memiliki sesuatu yang menyakitkan. Dadanya yang selalu sakit menyimpan penyakit menurun dari Bundanya. "Lo pikir gua bisa terima semua kesalahan lo? Atas kematian Bunda? Ga semudah itu, gua udah muak sama lo." Pertengkarannya dengan saudara laki-lakinya tidak berkunjung reda. Hingga ia bertemu Laras sang pemilik senyuman indah dan manis. Namun, Tuhan lebih menyayanginya. Bagaimana keadaan Madevan selanjutnya? Apakah sakitnya akan menghilang? Atau malah dirinya yang menghilang?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • PAK DOSEN BUCIN (END)
  • Ketukan Takdir
  • MY HOPE IS YOU (END)
  • ARFA (END)
  • 2G (Sequel ARFA)
  • AZALEA

Jika Takdir Telah Ditentukan Jika takdir telah ditentukan oleh-Nya, tidak ada manusia yang bisa melawan. Bukan, lebih tepatnya semua makhluk hidup dan segala yang diciptakanNya di dunia ini, tidak ada yang bisa melawan takdirNya. Walaupun ada takdir yang bisa kita ubah, tetapi hasil pengubahannya pun sudah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Seperti takdir bahwa kita pernah saling bertemu, saling mengenal, bahkan saling berinteraksi, walaupun pada awalnya tidak ada permulaan pasti bagaimana kita dipertemukan, tapi aku yakin bahwa aku, salah satu orang yang ditakdirkan untuk mencintaimu. - Cahya - ~~~~~~~~~~~~ Ini kisah Cahya, si cewek kalem yang tak disangka punya banyak fans - Rahmat, Arsya - dan yg paling nggak disangka, seorang Andra -- cowok 'sok alim' kalau kata Rahmat -- juga diam-diam memperhatikan Cahya. Siapa yg akhirnya dipilih Cahya? Apakah Rahmat yg dewasa dan simple? Atau Arsya yg hobi berdebat dengannya? Apa jangan-jangan dengan Andra, yg menjaga teguh prinsip, tegas, dan selalu ramah pada setiap orang? Setiap ujian itu menjadikan kita kuat, dan setiap pilihan yang disodorkan pada kita sebagai jawaban dari ujian yg datang, akan menjadikan kita selalu teguh pada suatu prinsip hidup. Hijrah dan selalu hijrah, mengambil setiap hidayah yg sudah Allah subhanahu wa ta'ala sediakan layaknya prasmanan di tempat resepsi, kita hanya tinggal memilih, mengambil pilihan itu, dan menikmatinya. Itulah takdir 😉

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan