Story cover for MADEVAN BHAGASKARA by WpKentangGoreng
MADEVAN BHAGASKARA
  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 8
  • WpView
    Reads 263
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 8
Ongoing, First published Jul 26, 2024
"Kalian munafik."

Kalimat yang selalu Madevan lontarkan kepada semua orang. Tidak pandai menjadikan isi hati sebagai kalimat adalah keahliannya yang bodoh. Berwajah datar menyimpan makna sangat dalam. Kepintarannya juga memiliki sesuatu yang menyakitkan. Dadanya yang selalu sakit menyimpan penyakit menurun dari Bundanya.

"Lo pikir gua bisa terima semua kesalahan lo? Atas kematian Bunda? Ga semudah itu, gua udah muak sama lo."

Pertengkarannya dengan saudara laki-lakinya tidak berkunjung reda. Hingga ia bertemu Laras sang pemilik senyuman indah dan manis. Namun, Tuhan lebih menyayanginya. Bagaimana keadaan Madevan selanjutnya? Apakah sakitnya akan menghilang? Atau malah dirinya yang menghilang?
All Rights Reserved
Sign up to add MADEVAN BHAGASKARA to your library and receive updates
or
#678fyp
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 8
UNREQUITED LOVE cover
MY HOPE IS YOU (END) cover
Truth (Edisi Revisi) cover
Ketukan Takdir cover
2G (Sequel ARFA) cover
AZALEA cover
Dosen Bucin (Sudah Terbit) cover
PAK DOSEN BUCIN (END) cover

UNREQUITED LOVE

35 parts Complete

Andai engkau tak berani melangkah, andai engkau menyerah tanpa mencoba untuk berjuang, mungkin kau tak akan tahu takdir indah yang sudah menunggu didepan sana. Terkadang kemungkinan-kemungkinan yang diciptakan pikiran, membuat hati yang berani lantas mendermakan kemundurannya. Itu kenapa penyesalan akan datang, setelah kesempatan yang kamu lewatkan begitu saja. Teruslah berdoa, dan jangan lelah melangitkan harapanmu. Walau jalan yang dilalui tak mudah, walau sakit mendera dada. Namun tetaplah percaya, bahwa ada keindahan yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa baiknya untukmu. Kau boleh menangis, bahkan kau boleh memaki, asalkan dirimu merasa lega dan kembali berjuang setelahnya. Berjuanglah dengan diiringi keikhlasan dan rasa syukur yang besar. Karena ketika kamu dihadapkan dengan kegagalan, hatimu, pikiranmu dan dirimu siap untuk menerima segalanya. Menghangatlah dikehidupan yang sedingin kutub utara. Jadilah penyejuk untuk siapapun orang yang kamu temui. Ukirlah kisah dan sabdakanlah kebaikan, hingga beban dan amarahmu hanya berpusat pada daun kering yang terjatuh ke tanah.