Fix You (Sudah Tamat)

Fix You (Sudah Tamat)

  • WpView
    Reads 120,578
  • WpVote
    Votes 7,227
  • WpPart
    Parts 25
WpMetadataReadMatureComplete Mon, Sep 15, 2025
Selalu mendapat hinaan sebagai gadis cupu, tidak menarik, tidak laku, dan sebagainya, membuat seorang gadis bernama Princess Salsa Narendra nyaris depresi. Terlebih lagi nama yang orang tuanya berikan semakin menambah beban untuknya. Bukan hanya nama, tapi sikap kedua orang tuanya yang terus menerus menanyakan kapan dia menikah juga membuatnya merasa tertekan, hingga akhirnya dia memilih cara konyol untuk bisa segera hamil agar orang tuanya tidak menyuruhnya untuk menikah, karena dia tau yang orang tuanya inginkan hanyalah cucu. *** Caca Anindira Emeraldi harus merasakan kesakitan setiap hari karena sesuatu yang bukan kesalahannya. Tidak ada yang bisa dia lakukan kecuali menangis. Merindukan hal-hal manis yang dulu pernah dia rasakan, tapi entah kapan hal manis itu kembali datang. Kesakitannya samakin bertambah karena laki-laki yang tidak punya hati menghancurkan hidupnya. Entah dosa apa yang pernah dia perbuat hingga dirinya mendapatkan semua kepahitan yang selalu mengiringi langkahnya. Warning: Beberapa part mengandung unsur dewasa. Bijaklah dalam memilih bacaan! [18+]
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • RadenRatih
  • Pengganti  [END]
  • ARIEANNA
  • Setelah Menikah
  • Melawan Restu (Sudah Tamat)
  • My Little Wife (End)
  • Wanita Bayaran (Sudah Tamat)
  • Cinta Terlarang( Starlet & Andree )

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines