Rahasia Pulau Terlarang

Rahasia Pulau Terlarang

  • WpView
    Leituras 20
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, jul 29, 2024
Ketika Alex menemukan peta misterius di loteng kakeknya, ia tidak menyangka itu akan membawanya ke petualangan hidupnya. Bersama sahabatnya, Mia, ia memulai perjalanan menuju Pulau Terlarang, tempat harta karun yang telah lama hilang dikabarkan tersembunyi. Namun, mereka bukan satu-satunya yang mencari harta tersebut. Para pemburu harta karun berbahaya dan perangkap mematikan di pulau itu akan menguji keberanian dan persahabatan mereka. Dapatkah mereka menemukan harta karun itu sebelum orang lain, dan apa rahasia sebenarnya yang tersembunyi di Pulau Terlarang?
Todos os Direitos Reservados
#421
kegagalan
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Tumbal Mata
  • in ROOM
  • REVERIE: Pulau yang Membisik
  • Labirin Ilusi
  •  5 Hari Tanpa Matahari
  • Identitas Yang tersembunyi...
  • Pulau Rahasia di Ujung Dunia
  • a world full of mysteries

Aku selamat dari kecelakaan itu-atau setidaknya, begitulah yang kupikirkan. Bertahan hidup ternyata bukan akhir dari penderitaan, melainkan pintu menuju sesuatu yang jauh lebih mengerikan. Tersesat di hutan lebat yang seolah tak memiliki ujung, aku segera menyadari bahwa ancaman terbesar bukanlah binatang buas. Di tengah kegelapan, berdirilah sebuah desa terpencil bernama Soca, dihuni oleh penduduk dengan tatapan kosong dan perilaku yang membuat darahku membeku. Mereka menderita penyakit aneh: penglihatan mereka telah hilang, bukan secara fisik, tetapi seolah direnggut oleh sesuatu yang lebih dalam. Penduduk Soca hidup dalam pencarian obsesif terhadap apa yang mereka sebut sebagai "Cahaya." Sebuah keyakinan bahwa hanya dengan menemukan Cahaya itu, mereka dapat kembali "melihat"-mengakhiri kegelapan yang menyelimuti tubuh dan pikiran mereka. Pencarian itu tak mengenal batas moral, tak mengenal rasa kasihan. Ketika mereka akhirnya bertemu dengan kami-para penumpang yang selamat dari kecelakaan-segalanya berubah menjadi mimpi buruk. Dua keinginan bertabrakan: penduduk desa yang terjerat penderitaan ingin merebut kembali Cahaya mereka, sementara kami hanya ingin pulang. Kembali ke keluarga. Bukan menjadi bagian dari ritual gelap desa Soca. Di antara hutan, trauma, dan tatapan mereka yang tak bisa melihat namun selalu tahu ke mana harus memandang, satu pertanyaan terus menghantuiku: Siapa sebenarnya yang tersesat-kami, atau mereka?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo