Pipit berkali-kali menolak perjodohan yang diatur ibunya. Ibunya khawatir karena usia Pipit sudah hampir menginjak tiga puluh dan dia masih tetap jomblo. Pipit bukannya tidak menyukai laki-laki yang dipilihkan ibunya, dia hanya tidak tertarik, dia bahkan sulit membuka hatinya untuk berpacaran. Baginya Seno adalah satu-satunya orang yang dicintainya, sejak SMA. Namun Seno yang bersahabat dengan Pipit, mengetahui Pipit jago dalam urusan Makcomblang. Seno meminta Pipit makcomblangi dirinya dengan Mira, senior yang terkenal populer di sekolahnya. Sejak itu, Pipit memutuskan untuk tidak membantu teman-temannya lagi dalam urusan perjodohan. Seiring waktu berjalan, Pipit bertemu dengan Wira Dharma terkait urusan pekerjaan. Pipit menganggap Wira laki-laki yang sombong, sebaliknya Wira menganggap Pipit trouble maker. Siapa sangka, Wira yang juga masih jomblo, didesak ayahnya untuk segera menikah. Dia malah bertemu lagi dengan Pipit yang kini menjadi makcomblangnya. Akan kah Pipit membantu Wira untuk menemukan pasangan yang tepat untuknya? Akan kah dia juga bisa move on dari Seno, saat dia benar-benar membutuhkan cinta seutuhnya?
More details