Story cover for Rogo Dedemit 2 by MickyPutraAnggara
Rogo Dedemit 2
  • WpView
    Reads 915
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 915
  • WpVote
    Votes 67
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jul 27, 2024
Mature
Suasana semakin kacau. Kampung yang dulu damai, kini berubah menjadi neraka di dunia. Para warga kehilangan akal dan kemanusiaan, menjelma menjadi makhluk beringas-manusia setengah iblis yang berkeliaran, mencari mangsa. Mereka yang tertangkap hanya punya dua kemungkinan: menjadi bagian dari kegelapan atau kehilangan nyawa dengan cara yang mengerikan.

Tak ada harapan. Tak ada jalan keluar. Satu-satunya cara bertahan hidup adalah mengubur hati nurani, menenggelamkannya ke dalam palung dosa yang tak berdasar. Karena di tempat ini, hanya ada satu hukum yang berlaku:

"Mateni utawa dipateni."

Membunuh... atau dibunuh.
All Rights Reserved
Sign up to add Rogo Dedemit 2 to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 6
DEVOTEE DEVIL {END} ✓ cover
THRISELLIR: Penyembah Setan cover
1. Imah Leuweung - Rumah Hutan cover
DIFFERENT WORLD (TAMAT) cover
Dyaksa Mayapada cover
MATA BATIN KEMBAR cover

DEVOTEE DEVIL {END} ✓

27 parts Complete Mature

"Wahai penguasa kegelapan, lindungilah kami dari petaka yang kau hadirkan." Daniel Davicky kehilangan cahaya kehidupannya tepat setelah kematian sang ibunda. Bagai seorang tuna netra, ia tak mampu lagi menelaah seisi dunia. Gelap gulita, sampai sebuah tarikan membawanya ke dunia yang lebih gelap lagi. Namun, ada kobaran api yang menjadi sinar menerangi naluri. "Malaikat Agung, Malaikat Kegelapan Pinjamkan lah aku cahayamu Melalui tabir Kematian Hingga Surga terlihat!" Dendam, dengki, caci maki, dan segala hal keji menjadi racun menggerogoti diri. Sudah lumrah sebagai makanan sehari-hari. Sosok penolong sudah pun berganti. Kala mentari terbit di timur, disitulah ia menggemakan syukur. Bukan pada sosok sang maha, melainkan pada sosok penguasa. "Ketika dunia memberi penderitaan, kenapa harus berlutut memohon belas kasihan? Bangkitlah, lakukan segala yang ingin kau lakukan. Disini tak ada keadilan, maka tegakan keadilan dalam kegelapan."