Aksara Senja

Aksara Senja

  • WpView
    GELESEN 15
  • WpVote
    Stimmen 3
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Fr., Jan. 31, 2025
"Kalau kita tinggal disini gimana ya, Nja?" Satu kalimat biasa yang secara tiba-tiba ditanyakan oleh Aksara membuat Senja tertawa dalam hati karena seorang Aksara berusaha mencari topik untuk dibicarakan. Siapa sangka obrolan kecil pada malam itu menimbulkan secercah harapan dengan keabu-abuan yang jauh dari kata kepastian. Sebenarnya bukan hal besar seperti yang orang lain dapatkan, hanya kalimat kecil yang terkadang ia lontarkan dan berlanjut dengan cerita whatsapp yang mendapatkan balasan. Bukan semanis permen gula-gula, namun hal itu cukup untuk membuat Senja tersenyum seharian. Aneh bukan? Lantas, bagaimana jika harapan-harapan itu hanya angan yang Senjana sendiri ciptakan?
Alle Rechte vorbehalten
#116
himpunan
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • JAM 3 SORE
  • NATHA: AFTER SHE GO || ON GOING
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Hiraeth to Everlasting Sun
  • 𝑷𝒆𝒍𝒖𝒌𝒂𝒏 𝑺𝒂𝒂𝒕 𝑺𝒆𝒏𝒋𝒂  (𝙀𝙉𝘿)
  • Cinta untuk Senja.
  • DAKSA [END]
  • Lembayung Cinta di Langit Senja (Terbit Self Publishing)
  • Fajar & Senja
  • || Study For You || End ✔

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien