Coretan Jurnal Bandung

Coretan Jurnal Bandung

  • WpView
    Reads 1,207
  • WpVote
    Votes 649
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 26, 2024
Bandung di langit malam, tercoretlah ratusan kertas putih, yang berasal dari jurnal Asheyra, menyakitkan. Teringat jelas, malam itu, "Aku tidak akan pernah melupakan fase dimana kamu membuangku hanya untuk wanita sampah itu." Kisahnya sakit, tapi selalu ada punggung bagi Asheyra sendiri. Namun Asheyra malah menolak punggung yang tulus tersebut. Kota Bandung itu sudah menjadi kota kenangan, dan juga kota yang menjadi saksi bisu kisah kelam Asheyra, kisah yang kelam dan indah. Tak apa, semuanya selalu abadi di hati Asheyra. Bagaimana Asheyra melanjutkan hidupnya setelah kejadian itu? Apakah ia masih menganggap Bandung adalah kota yang indah? -DI LARANG UNTUK PLAGIAT!!-
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bandung dan Lukanya
  • Segelap Malam (END)
  • LANGIT, BINTANG, DAN ALAM SEMESTA[TERBIT✅]
  • Kebahagiaan di Bandung (Aralynn X Larine)
  • Naratata
  • TERPAKSA MENIKAH DENGAN BADBOY ( ORINE )
  • LAKSADEKA

Serana tak pernah membayangkan hidupnya akan berubah drastis setelah pindah ke Bandung. Kota ini seharusnya menjadi awal yang baru, tempat di mana ia bisa melupakan kenangan lama dan melangkah tanpa beban. Namun, kenyataan berkata lain. Di sekolah barunya, Serana bertemu dengan Narendra Putra Xabiru sosok tengil yang menyimpan rahasia, dan Eldin Rahadian laki-laki yang diam-diam memperhatikannya dengan cara yang berbeda. Awalnya, ia berpikir kehidupan barunya akan berjalan biasa saja, sampai perlahan ia terseret dalam pusaran konflik yang rumit. Pengkhianatan, kebohonan, dan luka-luka lama yang kembali terbuka membuatnya mempertanyakan siapa yang benar-benar bisa ia percayai. Bandung menjadi saksi bisu dari semua itu. Kota yang awalnya ia anggap sebagai pelarian justru berubah menjadi tempat di mana ia harus menghadapi kenyataan pahit. Ketika semua orang di sekitarnya menyembunyikan sesuatu, Serana harus mencari keberanian untuk menghadapi kebenaran. Meskipun itu berarti harus kehilangan orang-orang yang ia sayangi.

More details
WpActionLinkContent Guidelines