DISPEKA BEST FRIEND

DISPEKA BEST FRIEND

  • WpView
    LECTURAS 1
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, jul 28, 2024
*LINE!* "Rafa." "Iya Nay, kenapa?" "Gue suka sama lo. Serius." "Gue juga suka sama lo Nay. Serius juga." Naya merasa ribuan kupu-kupu terbang di dalam perutnya. Hingga pesan berikutnya muncul. "Gue suka sama lo udah dari dulu banget kali Nay. Lo kan penyelamat gue. Sahabat gue dari kecil." [Emoji nangis] [Emoji ketawa ngakak] ~~~ Bagaimana kelanjutan dari kisah Naya yang terjebak Friendzone? Ikuti kisah Naya dalam berjuang mendapatkan hati Rafa si laki-laki dengan nilai kepekaan 0!
Todos los derechos reservados
#55
ttm
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Reynand & Joya | END
  • RAFA(Rain Rafa)
  • Raina [Completed]
  • ALDINAYA [Sudah Terbit]
  • Harmoni  [AHS1]
  • No Longer Mate
  • KANARA [COMPLETED]
  • 2812 (COMPLETED)
  • Delapan Pemain Satu Batas 1
  • RAFKA [LENGKAP] ✔

Follow sebelum baca yuk, untuk mengikuti ceritanya. #645 dalam TEEN FICTION-11/3/2018 #961 dalam TEEN FICTION-9/2/2018 "Kuda poni! Dasar jelek, sinting, kutu kupret, tai lo. Maju sini, gue telen lo hidup-hidup!" teriak Joya mengerahkan semua kekesalannya. Ia bersumpah serapah tanpa berpikir mengampuni orang yang sudah membuat hidupnya sengsara. "Nggak usah teriak-teriak, gue di sini." Suara orang tersebut berada di atas pohon dekat parkiran. Reflek, kedua gadis itu menengadah, menatap pemuda nakal yang nangkring di atas sana. "Turun lo!" perintah Joya seraya berkacak pinggang. "Mau apa? Mau cium gue, ya? Idih nakal." Pemuda itu malah membuat Joya semakin kesal. Ocehannya selalu saja ampuh membuat hari-hari gadis itu semakin runyam. "Najis. Mati aja lo, pengecut!" Joya masih kesal, sehingga kata-kata yang keluar dari mulutnya begitu tidak terkontrol. "Kurang banyak sih, 'kan cuma kempes, nggak sampai penyok." Rutinitas nakalmu berujung terbiasa. Kalo pengen tau terutama Baca selengkapnya ya..... (Di larang mengutip atau menjiplak sebagian/keseluruhan cerita ini tanpa izin)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido