MAWAR UNTUK NARA

MAWAR UNTUK NARA

  • WpView
    Reads 24
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 17, 2024
° ° ° Menceritakan seorang anak yang tidak di inginkan oleh kedua orang tuanya. Dan seorang perempuan yang selalu mendapatkan pembullyan dari teman temannya di sekolah. Di hidupnya yang sudah penuh dengan luka datanglah seorang laki laki yang menambah luka tersebut. Apakah perempuan itu kuat menjalani hidupnya, dan akankah laki laki itu akan terus menerus memberi luka padanya. Temukan kisahnya di cerita mawar untuk Nara.
All Rights Reserved
#980
fiksiumum
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ELGITA  (TERBIT)
  • EVELYN [SUDAH TERBIT]
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Anara: Pergi tanpa benar-benar pergi
  • story Of Asyara
  • JUNGKIR BALIK DUNIA ANDARA
  • Andra dan Nara
  • Suffering Of Life (Revisi)
  • My Little Friend
  • YANA&GALANG [Tamat]

Warning ❗Plis, no copy paste/plagiat cerita orang❗sebelum membaca Vote dan follow. ⚠️ Sebagian part di hapus untuk kepentingan penerbitan. Jika ingin membaca lebih lengkapnya, bisa membeli novelnya melalui marketplace shopee penerbit: rangkai_media.id ⚠️ Gita hanya ingin hidup seperti remaja lainnya. Bersekolah, menari dan dicintai keluarganya, tapi dunia tak seindah itu. Dipaksa bertahan di rumah yang tak pernah menganggapnya anak . Gita hidup dibawah bayang - bayang kekerasan fisik dan batin. Di sekolah pun dia tak menemukan pelarian. Sahabat yang dulu dekat, kini berubah menjadi pelaku perundungan yang melukai. Sampai akhirnya, Elvan hadir. Pemuda asing yang melihat luka yang tak semua orang peduli. "Kalau mau nangis, nangis aja. Gak usah ditahan." "Menangis ngak bikin lo lemah. Kadang itu yang bikin lo bertahan." Di antara luka, hujan, dan tarian yang dipaksakan tetap indah. Gita belajar satu hal penting, bahwa bertahan bukan soal kuat atau tidak, tapi soal berani mencintai diri sendiri meski dunia terus menolak. "Aku juga pengen ngerasain pelukan dari orang yang aku panggil Mama..." "Apa Gita begitu menjijikan sampai kalian ngak mau makan satu meja pun denganku?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines