Sabian Daviera, seorang gadis ambisius yang selalu menentang akan ke tidak adil-an, dan mencintai segala sesuatu yang berbaur HUKUM, dan hakim adalah masa depan yang kini telah ia rangkai
gadis yang selalu bermimpi akan masa depan yang cerah, selalu optimis terhadap sesuatu, itulah Sabian.
gadis yang sangat menjujung tinggi pendidikan diatas segalanya, mimpi nya begitu tinggi, namun tak pernah ada rasa takut yang menghancurkan nya, karna prinsipnya...
"bermimpilah setinggi-tingginya, wujudkan mimpi mu. jangan pernah malu untuk itu, dan jangan pernah takut untuk jatuh, karena disetiap jatuhnya, yang akan memberikan mu sebuah pelajaran. dan disaat kamu jatuh, kamu akan mengusahakan untuk bangkit.
atas dan bawah itu sama, tergantung sebagaimana usahamu dalam mempertahankan dan usahamu ketika bangkit, jangan pernah ragu atas segala hal yang telah ditetapkan oleh pencipta skenario terbaik, Tuhan.
Bahkan jika kamu ragu berarti sama saja seperti kamu menari-nari diatas tanah yang licin, jika sekali saja terpeleset, rasa sakitnya akan memberimu balasan atas keraguanmu.
(Derissa R. M, author) _ Sabian Daviera.
sebenarnya prinsip penulis nya si hhaha,
boleh ngasih wm nggak sih hhaha boleh lah ya
prinsip dari (Derissa R.M)
"Teruntuk aku yang menyukainya dalam diam sejauh ini. sudah saatnya untuk berhenti."
----
Kalian pernah suka sama seseorang? Menjadikan dia Crush kalian? Menjadikan dia penyemangat jarak jauh? Atau sekarang udah jadian?
Coba kalian tanya ke diri sendiri, Alasan kalian menyukainya.
Apa yang membuat kalian bertahan sampai sejauh ini? nggak lelah?
Kalau menurutku ya, Rasa suka itu hak semua orang. Kamu boleh-boleh saja menyimpan rasa kepada seseorang, boleh saja berharap semoga dibalas.
Tapi bagaimana dengan rasa suka yang tak kunjung dibalas? Ini yang aku takutkan, sebagai salah satu penghuni bumi yang ditakdirkan untuk lahir dengan berbagai kekurangan.
----
Mungkin cerita ini cocok dan wajib kalian baca. Mungkin saja mewakili perasaan kalian.
Disini kisah cinta gadis bernama Verena Kaisera dimulai. Siswa SMA kelas XII yang tanpa sengaja menaruh rasa dan harapan pada Komar yang ternyata masih kelas X.
Rasa suka dan harapan itu tidak menghilang dalam waktu yang singkat.
Masih tersimpan dengan indah dalam hati Veren. Sampai tamat SMA pun perasaan itu masih tetap ada.
Veren yang bermimpi bisa menjadi seorang Penulis. Dan Komar yang bermimpi menjadi Abdi negara.
"Tidak ada penyesalan sama sekali. Karena aku yang memilih menikmati semua ini. Kamu tidak memberiku harapan, tapi aku yang menciptakan harapan ini sendiri. Jika masih ada peluang. Ingin sekali aku berteriak dan mengatakan aku menyukaimu.
Tapi.. peluang itu sudah terkunci rapat."
Verena Kaisera" Aku menyukaimu sampai titik yang mengharuskan aku untuk berhenti mengharapkan mu dan mengikhlaskan kepergian mu."
Perasaan yang sama sekali tidak dibalas. Mendatangkan sakit berkepanjangan.