18 parts Ongoing Cerita ini kutulis sendiri, lahir dari hati, bukan hasil salin dan tempel.
Tentang Alena, seorang anggota OSIS yang disiplin dan taat aturan, tidak pernah menyangka akan menyukai Aksa-murid yang sering terlambat, cuek, dan lebih suka duduk di bangku belakang. Meski bertolak belakang, ada sesuatu dalam diri Aksa yang menarik perhatiannya: kecerdasan tersembunyinya dalam matematika dan sikapnya yang tenang tapi penuh arti.
Semakin lama, perasaan itu tumbuh, tapi Alena tahu ada batasan yang tidak boleh ia langgar. Sebagai anggota OSIS, ia harus memberi contoh yang baik dan menjunjung aturan sekolah, termasuk larangan menjalin hubungan asmara selama masa jabatan.
Di sisi lain, Aksa tidak peduli dengan aturan. Baginya, perasaan tidak bisa diatur seperti tata tertib sekolah. Ketika Alena mencoba menolak perasaannya, Aksa hanya berkata, "Aku bakal nunggu. Sampai masa jabatan OSIS kamu selesai."
Tapi bisakah perasaan mereka bertahan sampai saat itu tiba? Atau justru peraturan sekolah akan memisahkan mereka selamanya?