Kamar di Tepi Jalan

Kamar di Tepi Jalan

  • WpView
    Reads 31
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 3, 2024
[Cerita ini diikutsertakan pada Marathon Writing Month NPC 2024] Sebuah kamar di tepi jalan raya Medokan Asri menyimpan kenangan sekaligus misteri. Banyak rumor bahwa siapapun yang tinggal di kamar itu berakhir nahas. Mereka semua lenyap tanpa jejak, tanpa diketahui apakah mereka masih hidup atau sudah mati. Kini, seorang mahasiswa hukum bernama Andi tinggal di kamar tepi jalan itu. Dia hanya berpikir bahwa kamar itu sangat bagus dibandingkan harga sewanya yang sangat murah. Ia bisa melihat ke arah jalan raya dari sana, dan itu menjadi daya tarik tersendiri baginya. Namun ia tak pernah mengetahui bahaya yang mengintainya. Apakah semua rumor itu benar?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Never Go
  • THE FINAL CLASS (XODIAC X ENHYPEN X RED VELVET FAN-FICTION)✓
  • Rahasia di Balik Kematian (Revisi)
  • Ice Cream; Jaemin & Jeno
  • Merry-Go-Round (TAMAT)
  • A Book [END]
  • Retislaya || 𝐇𝐞𝐧𝐝𝐞𝐫𝐲 𝐖𝐚𝐲𝐕
  • Introverts to Extroverts
Never Go

Apa rasanya jika orang yang selalu mengisi hidupmu tiba-tiba pergi tanpa alasan? Nadiya harus menjalani semua harinya tanpa Danar lagi, ribuan puisi dan kata-kata tak dapat menggambarkan hatinya yang hancur. Tapi Nadiya memutuskan tetap tinggal. Tinggal bersama perasaannya, menanti Danar-nya kembali, benarkah itu? Bagaimana jika orang lain hadir? Akankah posisi Danar mampu digeser Rama? Mampu kah Nadiya mendapatkan cintanya lagi? Bagaimana jika Rama berhasil meluluhkan hatinya? Apa yang terjadi jika suatu saat Danar kembali? Aku tak pernah tau untuk alasan apa kau meninggalkanku... Yang aku tau untuk alasan cinta aku menantimu.. Menanti ketidakpastian yang sudah kau tinggalkan.. Menanti sebuah harapan yang kau hempaskan.. Terkadang tanpa sadar aku meneteskan airmataku.. Menangisi kenangan yang dulu pernah membuatku bahagia.. Kamu adalah alasan kenapa aku harus bertahan ditempat ini.. Tempat yang kau tinggalkan namun tetap ku tinggali.. Tempat dimana aku pernah berharap akan sebuah mimpi cintaku.. Tempat yang sama seperti dua tahun lalu.. -Nadiya-

More details
WpActionLinkContent Guidelines