Naya si Gadis Biasa

Naya si Gadis Biasa

  • WpView
    LETTURE 4
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, lug 31, 2024
Aku Naya. Sejak tiga bulan yang lalu, aku berusia 19 tahun. Seandainya kau penasaran hal menakjubkan apa yang pernah kualami setelah aku menjadi dewasa, maka jawabannya adalah negatif alias tidak ada. Tak perlu ditanya, hari-hari yang kujalani selama aku hidup terasa seperti mimpi buruk. Tidak punya teman, tidak punya keterampilan, tidak punya apa-apa. Aku tak bisa menahan diri untuk bertanya pada diriku sendiri. Bisakah aku, si gadis biasa, bertahan di dunia ini?
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ABOUT LIFE
  • School 2018 'The Real Heirs'
  • Kamu Milikku
  • Perjodohan(ORINE)END
  • Di Balik Nama Zella
  • My Bad Girl (Freenbecky)
  • 𝐄𝐥𝐝𝐢𝐫𝐚 || [Greshan]
  • Stop!! Mempermalukan ku

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti