Pink Hours

Pink Hours

  • WpView
    Reads 1,435
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadComplete Tue, Sep 17, 2024
Menceritakan tentang perjalanan hidup seseorang yang menginginkan keindahan dalam kisah hidupnya, seperti halnya keindahan langit saat berwarna pink. *** Dengan jarak 2 meter, laki-laki itu sontak terkejut ketika perempuan di depannya membalikan badan. "Nara?" ucapnya dengan pandangan tidak percaya. Tak terasa sebutir air mata meluncur dari mata kiri Nara, benar saja firasatnya, ia mengenali suara itu. Dalam hati ia berkata, 'Rain?' Di bawah cahaya bulan, Nara bertemu dengan seseorang yang ingatannya kembali pada saat ia duduk dibangku sekolah menengah atas. *** #tentang rasa #tentang pertemanan #tentang keluarga NB: Penulis pemula Picture by pinterest
All Rights Reserved
#45
tentangrasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hujan dan Sebuket Dandelion
  • Aidan & Nara (END)
  • BarraKilla
  • The Oddlove
  • Essentialy Love (SELESAI)
  • ELZEAN [On Going]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • RAISEN
  • Arsyilazka

Ini tentang keluarga. Juga tentang hujan yang indah. Seperti halnya Naradra Carolina Abastra. Penyuka kaos oversize juga celana training yang sedikit kepanjangan. Gadis biasa-biasa saja dengan rambut panjangnya yang tergerai bebas. Ketika rintik-rintik hujan saling berjatuhan hingga berubah deras. Dia selalu ada untuk melihatnya menyambut bumi. Menciptakan suara melodi yang indah, dibalik awan gelap. Begitu juga dengan bunga dandelion, indah dengan caranya sendiri. Terbang bebas tanpa takut terlihat berbeda. Karena itu Nara suka dengan keduanya. Namun kekakuannya hanya satu, yakni seorang Damantara Gusti Pangestu. Lelaki dengan rambut kecoklatan dan kacamata bulat yang bertengger sempurna menghiasi wajahnya. Bukan laki-laki culun juga berandal. Gusti selalu berhasil menjungkir balikkan hatinya. Dengan mata hitamnya yang memikat. Sayangnya, dia bergerak untuk sebuah rahasia kelam. Namun, jika waktu terus mengikis rahasia yang selama ini mereka tutup. Apakah Tuhan masih memberi kesempatan untuk bersama? Atau justru mereka sendiri yang akan pergi, meninggalkan jejak yang kian dalam? __________________________________________________ Gusti menghela napas. "Mau tau sesuatu?" matanya menatapku begitu serius. "Sesuatu?" Laki-laki itu mengangguk. "Tentang semua ini, yang mungkin buat lo risi?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines