Koi No Yokan.

Koi No Yokan.

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2024
WpInfo
Fiction
Historical
Koi No Yokan; salah satu frasa indah Jepang yang artinya bukan cinta pada pandangan pertama; namun lebih dekat dengan artian cinta pada pandangan kedua setelah bertemu. Ini adalah perasaan dimana kamu bertemu seseorang yang kamu rasa akan kamu cintai nantinya; seseorang yang tidak bisa kamu hindari dari halaman-halaman kisah cinta penghidupan. Sebuah cerita romansa yang berlatarkan zaman penjajahan Jepang di Indonesia. ______________________ Gemuruh suara tembakan serta peledak silih berganti, tak henti-hentinya melolong disetiap deraan nafas yang mulai menipis berkat asap tebal kehidupan. Pradhesa memang sudah menduga hal ini sedari awal mereka memasuki dunia aktivis kemerdekaan. Tapi tetap saja, bukankah Tuhan begitu kejam pada takdirnya? Ia seret langkah kakinya yang begitu berat dengan dorongan keteguhan demi melihat puannya untuk kali terakhir. Lalu kakinya berhenti; ia tatap dengan dalam seorang wanita yang sedang begitu damai melihat bulan di langit malam jendela kamarnya. Begitu bertolak belakang, begitu tragis: bila disandingkan dengan ia yang baru saja pulang perang. Karena bagi Pradhesa, sang puan terlalu sempurna untuk disandingan dengannya yang kelewat biasa. Cerita berlatar sejarah fiksi ini mengisahkan tentang asmaraloka dari dua atma ditengah hiruk-pikuk aktivis kemerdekaan yang sibuk memperjuangkan Indonesia merdeka. Indonesia era penjajahan Jepang yang memiliki kisah akan sang kimpoidra Pradhesa Danoeyaksa, serta adorasi milik sang kirana senantiasa arumi, Aroena Hasegawa.
All Rights Reserved
#89
jepang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A Past Rania van Java [MERDEKA]
  • Nona Inlander [End]
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • di bawah langit hindia
  • Meneroka Jiwa 2
  • KENANGAN KOTA JOGJA KALA ITU [On Going]
  • Flowers Under the Moon
  • BROKEN HEART [END]

[ MASIH PROSES REVISI ] Rania Kameswari Widjaja, seorang mahasiswi seni tari yang merajut mimpi lewat jemari dan lenggok tubuhnya, seketika terhempas dalam nestapa. Sebuah kecelakaan fatal meremukkan raganya, sekaligus mengoyak sukmanya. Di ambang kematian, untaian mimpi misterius dan serpihan kenangan pilu menyeret kesadarannya melintasi tirai waktu. Ia terbangun sebagai Maharani Kameswari Widjaja-adik tiri sang eyang yang kisahnya terkubur bersama misteri kematian yang tak pernah terpecahkan. Di dunia masa lalu yang megah namun mencekam, ia terjebak dalam pusaran asmara yang membakar kalbu bersama tiga pria dengan pesona yang mematikan. Ada Tirto, sang Priyayi elok nan rupawan yang membuai dengan keanggunan serta kelembutan tutur kata. Ada pula Madakara, ksatria pribumi yang perkasa, menawarkan perlindungan lewat keberanian yang sekokoh karang. Hingga hadirnya Jan Pieter, sang penjajah misterius, pria asing yang memikat lewat tatapan dingin namun menyimpan bara cinta yang menggebu. Menjadi muara kasih dari tiga hati yang bergolak, jiwa Rania terombang-ambing dalam badai emosi yang menguras air mata. Dua tahun berselang di dunia nyata, Rania akhirnya terjaga dari koma panjangnya. Ia terbangun membawa raga yang lelah dan sekeping hati yang telah remuk redam oleh rindu masa lalu. Kegetiran itu kian meradang saat takdir mempertemukannya dengan sosok masa kini yang begitu menyerupai Jan Pieter-membangkitkan kembali jalinan asmara yang telanjur mendarah daging. Bersamaan dengan itu, tirai rahasia kelam keluarga mulai tersingkap, menguak kebenaran tragis di balik gugurnya sang Maharani. Di antara jembatan waktu yang memisahkan dua alam, Rania kini berdiri di persimpangan takdir. Antara cinta masa lalu yang abadi dalam sanubari, ataukah pelukan masa kini yang siap merajut kembali serpihan jiwanya? Manakah cinta yang akan menuntun langkahnya menuju dermaga kebahagiaan sejati?

More details
WpActionLinkContent Guidelines