DETIK RAGANYA

DETIK RAGANYA

  • WpView
    Reads 63,156
  • WpVote
    Votes 1,682
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
⚠️WARNING⚠️ Cerita ini mengandung unsur kekerasan verbal dan fisik, pelecehan emosional, trauma keluarga, dan penggambaran sakit mental. Beberapa adegan bisa memicu rasa tidak nyaman, cemas, atau ingatan buruk. Jika kamu sedang tidak dalam kondisi mental yang stabil, pertimbangkan untuk tidak melanjutkan. Utamakan kesehatanmu dulu. ____________________ "Silva Anggraini, hidup itu perihal menyambut dan kehilangan. Sisakan sedikit ruang untuk kehilangan seseorang yang kamu sayang, Sil. Supaya nanti sakitnya tidak terlalu dalam." "Tapi Raga, nggak ada manusia di bumi yang siap untuk kehilangan." ____________________ "SAYA TIDAK PERNAH PUNYA ANAK LAKI-LAKI! KAMU BUKAN ANAK SAYA! Kamu hanya penjahat yang masuk ke dalam keluarga saya!" - Adrian Lesmana "Ayah... Demi Allah... ini sakit, Ayah..." - Raganya Dipta "PENJAHAT SEPERTI KAMU HARUSNYA MATI! Karma atas perbuatan buruk kamu di luar sana membuat keluarga saya menderita! Anak bodoh!!" - Adrian Lesmana "ANAK SAKIT MENTAL!" "ANAK GILA!" "PEMBUNUH!" ___________________
All Rights Reserved
#81
toxicparents
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • I'm Not Just a Figuran
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines