Dear Friend || Nct Dream

Dear Friend || Nct Dream

  • WpView
    Reads 6,094
  • WpVote
    Votes 506
  • WpPart
    Parts 28
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 24, 2025
"terima kasih karena telah menjaga ku...." gumam seseorang diselingi senyuman. "ti... tidak!! justru aku sangat berterimakasih karena kau mau menemaniku!" "bukankah,....kau yang mau menjadi teman ku? aku tidak memiliki teman, kau rela mendapat masalah karena ku". Haechan, seorang lelaki manis yang sering berkelahi dengan teman sekelasnya. dia sering membuat masalah namun dia tak pernah membolos. suatu ketika, kelas Haechan mendapatkan murid baru. murid pendiam yang terlihat sangat misterius. namanya Na Jisung, dia adik dari Na Jaemin seorang yang memiliki perusahaan besar dan sangat terkenal karena ketampanannya. sedikit demi sedikit, Haechan mulai menjadi teman untuk Jisung. hingga mereka menjadi sahabat. sikap Haechan semakin berubah sejak ia mengenal Jisung, dan dia kini mulai menahan diri agar tidak melakukan perkelahian. namun di balik semua itu...... "Haechan Hyung sangat kereeen!!" senyum polos dari seorang Na Jisung. bagaimana kelanjutan cerita nya? apa akhir dari kisah persahabatan mereka??... jangan lupa vote, follow, dan komen yah^^
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • Dear Jeno [END]
  • Go Home || NCT dream [SUDAH TERBIT]
  • Dreamies'[NCT DREAM] END ✔️
  • I'm Not Perfect ||《NA JAEMIN》
  • From Home || NCT 127 [SUDAH TERBIT]
  • J&J || NCT Dream [End]
  • My Brother Haechan [END]
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Jian Semestaku [END✓]

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines