Story cover for Lana by gulali_dimple
Lana
  • WpView
    LETTURE 33
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 2
  • WpView
    LETTURE 33
  • WpVote
    Voti 3
  • WpPart
    Parti 2
In corso, pubblicata il ago 01, 2024
Luka yang berujung tawa


Disaat dua raga yang tak bisa bersatu namun saling terikat oleh takdir

"Tatap mata gue saat gue bicara Nandikara Angelica! Gue nggak suka diabaikan."perintah Kala masih menatap tajam gadis didepannya , namun sang gadis sepertinya tak peduli sama sekali.

"Udah ya Kala! Gue capek. Dan gue lagi nggak pengen debat sama Lo" ujarnya mencoba abai pada cowok menyebalkan yang selalu membuatnya naik darah dan perlahan berjalan menjauh  berlalu dari hadapan Kala yang kini wajahnya sudah memerah menahan amarah dan malu disaat bersamaan.

Arrghhh Sial

Suka silahkan baca! Nggak suka skip aja!
Tutti i diritti riservati
Iscriviti per aggiungere Lana alla tua Biblioteca e ricevere tutti gli aggiornamenti
oppure
#22possesiv
Linee guida sui contenuti
Potrebbe anche piacerti
Eliinaa di vfryfrljnvsnmtm
5 parti Completa
Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata 'Rumah' ? Tempat nyaman dipenuhi kehangatan? Tempat berlindung dari terpaan badai kehidupan? Pasti itu kan yang terlintas di benak kalian? Sayangnya, 'Rumah' yang ada di kehidupanku jauh berbeda dari semua itu. Kehangatan berubah menjadi kepedihan. Tempat yang seharusnya jadi tempat berlindung justru jadi tempat yang paling membuatku tertekan. Aku tidak iri, sungguh. Aku hanya ingin merasakan bagaimana rasanya ketika dipeluk oleh ayah dan ibu dengan penuh kasih sayang. Sarapan bersama ayah, ibu, kakak dan aku di pagi hari sambil tertawa ria karena masakan ibu yang gosong mungkin? atau jatuh dari motor saat sedang belajar mengendarainya lalu ayah akan datang dan membantuku berdiri, menenangkanku sambil berkata "Gapapa, ini biasa terjadi kok kalo lagi belajar, pernah dengar pepatah 'kamu nggak bakal bisa berdiri kalau nggak pernah jatuh' kan? Nah, kasus kamu sekarang sama kayak pepatah yang ayah bilang tadi." ? atau saat adzan tiba, ayah akan mengajak ibu, kakak dan aku untuk sholat berjamaah dengan ayah sebagai imamnya ? atau mungkin menjahili kakak yang sedang sibuk belajar lalu aku akan dihadiahi kejar-kejar an dan berakhir dengan aku yang terjatuh lalu menangis, kemudian ibu akan datang mengobati lukaku akibat aksi kejar kejar an tadi sambil mengoceh? Benar-benar keluarga impian bukan? Ya, benar, karena itu 'keluarga impian' maka itu hanya akan jadi 'mimpi' saja. Itu tidak terjadi di kehidupan nyata. Ya, mungkin ada, tapi bukan kehidupanku. Sekarang, rumah sudah tidak lagi menjadi tempat ternyaman dan penuh kehangatan seperti yang kurasakan dulu. Kini rumah hanya menjadi tempat berteduh dari panas dan hujan. Aku telah kehilangan, dan rasa kehilangan ini telah membuatku takut untuk memiliki.
Potrebbe anche piacerti
Slide 1 of 9
When his name is cover
Eliinaa cover
Snow Man (ON GOING) cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
Imaginary Boyfriend cover
Dirga: Love or Lie?  cover
About feelings   (selesai) cover
coward cover
Nepenthe cover

When his name is

22 parti In corso

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.