Story cover for Lana by gulali_dimple
Lana
  • WpView
    MGA BUMASA 33
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 2
  • WpView
    MGA BUMASA 33
  • WpVote
    Mga Boto 3
  • WpPart
    Mga Parte 2
Ongoing, Unang na-publish Aug 01, 2024
Luka yang berujung tawa


Disaat dua raga yang tak bisa bersatu namun saling terikat oleh takdir

"Tatap mata gue saat gue bicara Nandikara Angelica! Gue nggak suka diabaikan."perintah Kala masih menatap tajam gadis didepannya , namun sang gadis sepertinya tak peduli sama sekali.

"Udah ya Kala! Gue capek. Dan gue lagi nggak pengen debat sama Lo" ujarnya mencoba abai pada cowok menyebalkan yang selalu membuatnya naik darah dan perlahan berjalan menjauh  berlalu dari hadapan Kala yang kini wajahnya sudah memerah menahan amarah dan malu disaat bersamaan.

Arrghhh Sial

Suka silahkan baca! Nggak suka skip aja!
All Rights Reserved
Sign up to add Lana to your library and receive updates
o
#270nana
Mga Alituntunin ng Nilalaman
Magugustuhan mo rin ang
Magugustuhan mo rin ang
Slide 1 of 9
When his name is cover
BadBoy Promise cover
Angel(o) cover
Me And Myself {Completed} cover
About feelings   (selesai) cover
Imaginary Boyfriend cover
Antara Pagar dan Perasaan cover
Caramel cover
Nepenthe cover

When his name is

22 parte Ongoing

sinopsis: "Aku milikmu, ingat itu." Aku bertemu dengannya-dan saat menatap matanya, semua luka lama terasa seperti baru kemarin. Kami bukan orang asing. Kami adalah dua jiwa yang pernah saling memiliki, lalu membuang ribuan kenangan dan mimpi seakan semuanya tak berarti. His name is Benedictus. "Dia adalah masa laluku... dan juga yang terakhir bagiku," ujar Angelz saat bicara pada Chris-teman yang selama ini diam-diam mencintainya dari kejauhan. Chris tahu, cintanya mungkin tak akan pernah terbalas. Bukan karena dia tak cukup baik, tapi karena bayangan masa lalu Angelz terlalu kuat untuk dilupakan. Lalu, ketika masa lalu dan masa kini bertabrakan, akankah Angelz tetap memilih luka yang familiar... atau cinta yang diam-diam tumbuh dengan tulus? ________________________________________ prolog: Aku lupa kapan terakhir kali memeluknya-mungkin saat langit masih tahu cara bersinar di mataku, sebelum semua berubah jadi abu-abu. Dia berdiri di depan ku sekarang, seperti mimpi buruk yang kembali mencari tempat tinggal. Tapi bukan karena aku takut... aku hanya belum siap mengingat betapa dalamnya luka yang pernah kami ciptakan bersama. Namanya Benedictus. Dan sekali lagi, dunia menuntunku ke arah yang selama ini ku coba lupakan. "Angelz," suaranya tak berubah. Aku menunduk. Karena sekuat apa pun aku menyangkal... sebagian dari diriku masih miliknya.