Don Laisse Moi

Don Laisse Moi

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Aug 1, 2024
---PROLOG--- Vanessa seperti terlahir kembali, itu saja. Wanita yang berkata bahwa dia adalah ibunya memberitahu jika ia mengalami kecelakaan saat menjemput Felix -kakaknya- di bandara pulang dari studinya di Jerman hingga mengakibatkan ia kehilangan memorinya. Vanessa menjalani kehidupannya seperti biasa sampai datanglah Kevin yang mengaku sebagai teman kecilnya dulu dengan membawa perasaannya juga pada Vanessa. Dari sana lah memorinya kembali sedikit demi sedikit. Kevin yang menyembuhkan sekaligus menyakiti Vanessa dalam satu waktu karena lelaki itu telah mengingatkan traumanya di masa kecilnya pada sosok pria yang hampir memperkosanya. Kejadian tersebut kembali terulang ketika Vanessa mengikuti perayaan perusahaan Felix dimana ia merasakan déja vu yang sama persis dengan kejadian traumanya. Dengan sapaan Li Tian, Vanessa pergi ke dunia permodelan milik perusahaan Lucas, seorang investor terbesar di perusahaan Felix yang pernah singgah di masa lalu gadis itu. Di dalam dunia model itu, konflik mulai bermunculan. Lucas yang selama ini ternyata mengintai Vanessa diam-diam membuat Felix semakin dilanda sakit hati oleh kedekatan mereka, permintaan Li Tian untuk menjadi kekasih pura-puranya di hadapan Kevin, seorang model wanita yang membuat Vanessa semakin trauma, dan juga satu fakta mengenai janji Lucas dengan mendiang ayahnya. "Bagaimana bisa kamu tidak mengingatku? Aku sungguh mencintaimu." -Kevin. "Sepertinya aku mulai mencintaimu. Tak peduli kamu kekasih Mr. Lucas atau siapa itu, tetapi ingatlah Vanessa, jika kamu tersakiti menolehlah ke belakang, aku selalu ada untukmu." -Li Tian. "Dia 'playboy internasional'. Apakah kamu tahu jika berpacaran dengan pria dewasa dengan reputasinya yang seperti itu akan bagaimana, hm? Kamu yang akan dirugikan." -Felix. "Lalu bagaimana jika aku jatuh dalam genggaman kakakku sendiri? Menurutku itu jauh lebih menyedihkan." -Vanessa. "Tonight you're mine, Vanessa." -Lucas ~Don Laisse Moi
All Rights Reserved
#21
desire
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Last but Not Least
  • Credence/kepercayaan (Baekmin)
  • The Cold Husband✅
  • 𝐓𝐑𝐀𝐏𝐏𝐄𝐃 || 𝐎𝐆
  • NOT SAME (COMPLETE)
  • the perfect my husband
  • Prince Untuk Alea
  • Ei-Bree My Betelgeuse (Indonesia)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

More details
WpActionLinkContent Guidelines