Singgah
  • WpView
    Reads 336
  • WpVote
    Votes 29
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 12, 2024
Singgah - Pulang -Rumah Clara mencoba menjalani hidupnya seperti air yang mengalir mengikuti arus, tetapi ketika ia melihat persimpangan dan di salah satu tempat itu terdapat sebuah kisah percintaan, ia mencoba memilih jalan yang berbeda. Sayangnya, arus air terlalu deras sehingga ia terpaksa melewati tempat yang sangat ia hindari itu. Sampailah dirinya di tempat itu, ia kira itu adalah perhetian terakhirnya, sebuah "Rumah" yang hangat. Ternyata itu hanyalah tempat persinggahan.
All Rights Reserved
#48
singgah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Before I Knew Light
  • Time Loop
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Karena Kamu Rumahnya
  • For You,the one I love (End)
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Pieces of You
  • KORA AND THE LAST LIE
  • Ex or New? [REVISI]
  • A. N. D. A. R. A_ "Aurelia Never Dances Alone Ruin Awaits"

Dia tumbuh dalam sunyi, bukan karena tak ada suara, tapi karena tak ada yang benar-benar mendengarkan. Setiap hari terasa sama, langit yang muram, rumah yang hening, dan dunia yang seolah terlalu jauh untuk digapai. Ia tak berharap banyak dari hidup... sampai seseorang datang, bukan untuk menyelamatkannya, tapi untuk duduk di sampingnya. Diam. Menemani. Menyalakan cahaya kecil dalam gelap yang sudah terlalu lama ia anggap sebagai rumah. "Tak semua cahaya menyilaukan. Kadang, ia datang dalam bentuk kehadiran yang tenang." Sebuah kisah tentang beban yang tak selalu terlihat, kehangatan yang datang perlahan, dan pertemanan yang tumbuh dari percakapan paling sederhana. © Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang

More details
WpActionLinkContent Guidelines