Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.
Singgah
  • WpView
    Membaca 339
  • WpVote
    Vote 29
  • WpPart
    Bab 5
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sab, Okt 12, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Singgah - Pulang -Rumah Clara mencoba menjalani hidupnya seperti air yang mengalir mengikuti arus, tetapi ketika ia melihat persimpangan dan di salah satu tempat itu terdapat sebuah kisah percintaan, ia mencoba memilih jalan yang berbeda. Sayangnya, arus air terlalu deras sehingga ia terpaksa melewati tempat yang sangat ia hindari itu. Sampailah dirinya di tempat itu, ia kira itu adalah perhetian terakhirnya, sebuah "Rumah" yang hangat. Ternyata itu hanyalah tempat persinggahan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#42
singgah
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Time Loop
  • Ex or New? [REVISI]
  • Rokok & Coklat
  • Cinta Dan Kasih Sayang (Writing Temporarily Suspended)
  • Karena Kamu Rumahnya
  • A Wish From The Past
  • For You,the one I love (End)
  • Rindu di Ujung Ombak

Bagi Arai, menulis adalah sesuatu yang pribadi-sebuah dunia di mana ia bisa menyusun kata-kata tanpa harus menjelaskan dirinya pada siapa pun. Namun, ketika ia bergabung dengan ekstrakurikuler sastra di sekolahnya, ia mendapati bahwa menulis bukan lagi sekadar miliknya sendiri. Di sana, ia bertemu dengan Satria, seorang penulis berbakat yang kata-katanya terasa begitu nyata, tetapi selalu menyimpan sesuatu di baliknya. Dalam lembaran-lembaran kertas dan percakapan yang tak selalu terselesaikan, Arai mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang tak terungkap di antara mereka. Sebuah perasaan yang tumbuh di antara baris-baris yang belum selesai. Namun, tidak semua kata bisa dengan mudah diucapkan, dan tidak semua cerita memiliki akhir yang mudah ditebak. Di antara kalimat yang tertunda dan perasaan yang enggan diakui, apakah mereka mampu menemukan kata-kata yang tepat? Atau justru membiarkan cerita ini tetap menjadi sepotong kalimat yang tak selesai?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan