RESIDIVUS : Beyond the Scars

RESIDIVUS : Beyond the Scars

  • WpView
    Reads 771
  • WpVote
    Votes 38
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 5, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
"Seharusnya kamu gak pernah lahir!" "Gak sudi gue punya adik kaya lo, cih!" ---- Adiva Luzara Prastama, gadis berumur 18 tahun itu selalu memeluk lukanya sendiri. Menjadi pelangi untuk orang lain namun lupa jika langitnya sendiri sedang mendung. Dibenci kedua saudaranya, menjadi anak tengah yang selalu diam kala dirinya diperlakukan tidak adil. Netra hazel yang membentuk bulan sabit ketika tersenyum itu adalah ciri khasnya. Ini adalah kisah Zara dan lukanya, Zara dan air matanya. Sebelum itu, ujian lain datang menerpa. Sebuah perasaan cinta dari seseorang yang membuat ia merasa dibutuhkan. "Jangan deket-deket sama dia, gue gak suka" Sampai ia mengetahui suatu fakta yang membuat ia memilih untuk merahasiakannya. Yang cengeng jangan baca🙂 [ALUR CERITA INI ASLI DARI IMAJINASI PENULIS!] Covered by Moonasti. Start : 3 Agt 2024 Finish : -
All Rights Reserved
#7
tega
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • Gadira
  • THIS IS ME, KEIRA [TAMAT]
  • Atarangi. {Selesai}
  • 00.00
  • FRIEND ZONK
  • TRAUMATIZED🪽(END)
  • GAHARU
  • AILY DAILY
  • I'm Broken (Lengkap)✓
  • TRUTH {COMPLETED} ✓
  • Albarasya || Lee Jeno √
  • AKSA AND THE LITTLE GIRL [TERBIT]
  • hate rain
  • Com(e)fortable [END]
  • PACARAN YUK! (END)
  • Takdir Sang Ilahi [END]

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines