Gara-Gara Genting

Gara-Gara Genting

  • WpView
    LECTURAS 461
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 30
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 26, 2026
WpInfo
Fanfic
Fairy Tail
Devan berada di titik nadir ketika ambisi sang mama untuk menjodohkannya dengan Claudya akan terlaksana sebentar lagi. Bagi Devan dan Claudya, membangun hubungan tanpa kesediaan adalah hal yang sulit. Sebuah kesepakatan pun terjadi; mereka bekerja sama membatalkan rencana tersebut demi mengejar kebahagiaan masing-masing. Target Devan hanya satu: Alicia Evalina. Perempuan mandiri yang sempat menolaknya mentah-mentah. Dengan taktik baru, Devan akhirnya berhasil meruntuhkan tembok pertahanan Alicia. Namun, saat mereka mulai nyaman menjalani hari bersama, sebuah rahasia dari masa lalu muncul yang mengancam integritas Devan dan membuat Alicia mulai mempertanyakan setiap kejanggalan yang ada. Di tengah rahasia yang ia ciptakan sendiri, mampukah Devan tetap mempertahankan Alicia?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Prenuptial Agreement
  • MENDEKAP RINDU
  • Karena Salju Tak Selamanya Dingin
  • CLAUDYA : My Student, My Husband (END)
  • My Perfect Doll
  • My Stupid Girl
  • Contract of Feelings
  • Unconscious Love✔️

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido