Bukan sekedar bunga

Bukan sekedar bunga

  • WpView
    LECTURES 26
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Chapitres 6
WpMetadataReadTerminé ven., avr. 18, 2025
WpInfo
Histoires vraies
Ini bukan kumpulan cerita biasa. Ini tentang rasa yang sering kamu pendam sendiri. Tentang kecewa, iri, kehilangan, dan keinginan untuk dimengerti. Lewat tulisan ini, aku bicara dari hati-untuk kamu yang mungkin juga pernah ngerasa sendiri. Tentang berdamai dengan kenyataan, belajar menghargai, memaafkan, dan mencintai diri sendiri. Karena seperti bunga, kita juga butuh waktu buat mekar. Dan perjalanan itu... nggak harus sendirian.
Tous Droits Réservés
#3
relatebanget
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • My Life is My Secret - IMiaw
  • FATE LOVE S2 •Sunsun•✓
  • Everything Between Us (ON GOING)
  • Yang Tertinggal
  • You're Here, But Not For Me
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • My Story
  • Deary Depresiku [[ END ]]

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu