Ustadz Atau Gus?

Ustadz Atau Gus?

  • WpView
    Reads 366
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jun 5, 2025
Dicerita kali ini, menjelaskan cinta seorang ustadz muda dipesantren dengan seorang santriwati. Walau sang ustadz muda ini menyukai santriwati ini, tetapi santriwati itu tidak menyukai ustadz itu, di karna kan dia belum memikirkan tentang hal seperti itu. Lalu, tibalah seorang santri anak dari pemilik pesantren itu yang pindah dari pesantren lain ke pesantren sang abi. Seorang Gus yang juga menyukai santriwati itu. Akhirnya terjadilah sesuatu yang dinamakan CINTA SEGITIGA . "Saya ingin meminta izin untuk mengkhitbahnya". - Syamil - "Sebenarnya.... Emm... saya ingin melamar putri bapak". - Shauqi -. Shafira : santriwati Syamil : Ustadz muda pesantren Shauqi : Gus (anak dari pemilik pesantren) Bagaimana kelanjutannya, silahkan dibaca...
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ketika Janji Bertemu Takdir [TERBIT]
  • Ustadz Muda Suami Ku!!
  • GUS ATAU USTAZ? [END]✅ Sudah Terbit
  • Basmalah || Tahap Revisi
  • Ustadzku cinta pertama ku (Revisi)
  • Mendadak Ning (Selesai)
  • 𝐃𝐢𝐚 𝐆𝐮𝐬𝐤𝐮!
  • Afnan Al-Farizi
  • cinta yang terlambat

Zanira Aizha Najiha, seorang mahasiswi fakultas sastra Indonesia semester akhir, yang saat ini sedang disibukkan oleh tugas akhir yaitu skripsi. Pernah merasakan pahitnya cinta semu sehingga ia menutup pintu hatinya. Ia berjanji pada dirinya sendiri bahwa ia tidak akan menerima cinta siapapun kecuali yang datang dengan kesungguhan dan niat yang jelas. Baginya, cinta bukan mainan, bukan sekadar kata yang manis di bibir. Namun, hidup punya cara sendiri untuk menguji janji. Tak lama sejak ia berjanji menutup pintu hatinya, seseorang datang di kehidupan Zanira. Sosok tegas, dingin tapi karismatik yang tak asing baginya. Zayyan Haaziq El-Hidayah. Ustadz muda yang dulu pernah mengajar di pondok pesantren saat ia masih duduk di bangku putih abu-abu. Ustadz Zayyan dikenal sebagai sosok yang dingin dan tegas namun dikagumi para santriwati karena hafalannya juga suaranya yang merdu ketika melantunkan ayat suci. Bahkan Zanira adalah salah satu dari santriwati yang dimaksud itu, sebelum akhirnya rasa kagum Zanira pada Ustadz Zayyan berubah menjadi rasa kesal. Bukan tanpa sebab, Zanira kesal karena Ustadz Zayyan terlalu cuek lebih tepatnya judes bahkan galak dan sering melempar tatapan tajam. Apakah janji yang dibuat Zanira akan tetap ia genggam? Ataukah Ustadz Zayyan adalah takdir bagi Zanira?

More details
WpActionLinkContent Guidelines