Arah Pulang

Arah Pulang

  • WpView
    Reads 59
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Oct 14, 2025
sekuel cerita dari "Jalan Pulang" Kepergian Riga dari kehidupan Rhea menyisakan luka yang selalu coba Rhea ikhlaskan. Ia menjalani kehidupan sebagaimana mestinya. Pelan-pelan coba damai dengan banyak hal. Dengan Yasa juga tentunya. Namun, semuanya kembali berantakan saat Riga pulang. Riga pulang, tapi bukan Rhea rumahnya. "Kamu masih punya waktu untuk berubah pikiran, Riga." Yang tak diketahui oleh Rhea, Riga selalu bingung harus pulang kemana. Ia tak ada arah pulang yang jelas. selamat membaca...
All Rights Reserved
#182
fiksiromantis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Amami
  • Penantian di Ujung Harapan
  • A Wish From The Past
  • Jalan Pulang (END)
  • semua punya luka
  • LOVE for TIME
  • PAPA UNTUK RHEA: Ethereal Legacy
  • Yang Tak Terucap...
  • The darkest side of rain
Amami

Riksa hanya anak badung dan biang onar di sekolahnya. Dia bebas melakukan apapun yang dia mau. Memang siapa yang akan melarangnya? Orang tua? Tidak ada. Bahkan baginya, rumah sudah bukan lagi tempat Riksa untuk pulang. Orang tuanya berpisah dan bodohnya lagi papanya masih mengharapkan istrinya kembali. Sedangkan mamanya... entahlah, mungkin wanita itu kembali pada cinta pertamanya. Atau bahkan lebih baik ia tidak usah kembali. Karena terakhir kali bertemu, mamanya hampir membuat nyawa Ester melayang. Namun di dalam hati, Riksa masih menginginkan kehangatan dan cintanya kembali lagi seperti dulu. Diam-diam berdoa dalam dan meminta waktu untuk bisa ia putar kembali. Tapi Riksa sadar, hal itu tidak akan terjadi karena ia bukan Tuhan. Sekarang lelaki itu hanya berharap bahwa suatu saat ada seseorang yang akan datang membawa cintanya yang hilang, sesuatu yang dulu sempat Riksa buang, sesuatu yang pernah Riksa lupakan, sesuatu yang dulu sempat ia rasakan di tengah keluarganya yang saat ini telah hancur. Jika seseorang itu mampu memberikannya semua itu dan memberikan satu hal lebih lagi pada Riksa, ia berharap orang itu pun mampu memperbaiki dirinya yang kini telah rusak serta mengisi kekosongan hatinya. Tapi selama waktu itu akan datang, Riksa harus berbuat apa? Apakah seseorang itu memang akan datang padanya? Jika tidak, dia harus bagaimana? Apakah Riksa harus terus berdoa pada harapan semu hingga akhir masa hidupnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines