Jadi Bunga Matahari

Jadi Bunga Matahari

  • WpView
    Reads 48
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Sep 13, 2025
Jika mengikhlaskan mu adalah bentuk dari rasa mencintai, maka aku akan mengikhlaskan mu, tetapi izinkan aku menjadikanmu sosok yang abadi dalam perjalanan hidupku. - 𝙡𝙚𝙚𝙨𝙯𝙖𝙖, Jadi Bunga Matahari ••• Sosok dingin tak tersentuh itu menatap bingkai foto dengan mata sendu. Lelaki itu adalah Graha Abimanyu Keandra. Ia menatap foto dirinya bersama gadis mungil yang berhasil merebut cinta pertamanya. Ia menatap dirinya yang tersenyum lebar ketika berada disamping gadis itu, lalu memori dahulu seakan berputar cantik dalam ingatannya. Ia lalu menghisap kembali rokoknya dan menghembuskan nafasnya dengan berat. "Kapan kamu kembali Le, jangan buat aku terus ke siksa sama rindu aku ini." ••• Graha menghampiri seorang gadis manis yang sedang makan disalah satu bangku kantin, ia menarik gadis itu lalu memeluknya erat, Graha benar benar seperti manusia kehilangan akal, ia tidak memperdulikan tatapan terkejut dari siswa siswi disana. "Aku kangen sama kamu, kangen sangat, kangen." Ucap Graha sembari memeluk gadis itu dengan erat. Sang gadis yang terkejut mendorong pelan Graha dari pelukannya, lalu ia menatap Graha heran. "Maaf kamu siapa ya?" Tanya gadis itu dengan muka herannya. Graha terkejut dan memandang tak percaya, Graha menggeleng meyakinkan dirinya bahwa ini semua hanya mimpinya, lalu ia pergi meninggalkan kantin dengan perasaan campur aduknya. cr : pint started : 04/08/24 finished : -
All Rights Reserved
#1
graha
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Zenna Story
  • Destiny said. {BERSAMBUNG}
  • My Feeling [END]
  • BarraKilla
  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • TANTAN ; with you [ ON GOING ]
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • Semu [Completed]
  • GREENSTA [END]

Zenna Story Bertepuk sebelah tangan memang sakit, tapi apa lah daya ku jika dia memang bukan ditakdirkan untukku. Percuma saja jika dia hadir hanya untuk singgah bukan menetap. Aku bukan tempatnya pulang dan aku bukan rumahnya. **** "Tolong kasih aku kesempatan buat menebus semuanya selama ini" Ujarnya ditengah derasnya hujan. Gadis itu tak menjawabnya, ia tetap diam sambil menunduk. "Tolong jangan diam aja, jawab aku!" Ujarnya lagi. "Aku gak bisa, aku udah mati rasa!" Balasnya masih dengan menundukkan kepalanya. Air mata yang menetes tersamarkan oleh tetesan air hujan yang deras. "Jangan bilang gitu, aku bakal nungguin kamu sampai kapanpun itu!" "AKU UDAH MATI RASA ZEE! JANGAN GANGGU HIDUP AKU LAGI!" Sentaknya, dengan air mata yang membanjiri pipinya. "Nggak, kita bisa perbaiki hubungan kita pelan-pelan Sheina! "Maaf, kehadiran kamu dihidupku selama ini cukup menyakitkan buat aku Ze! "Jauhi aku, jangan ganggu aku lagi, aku pamit pergi!" "Hikss.. hiks.. hikss.." kakinya ambruk begitu saja ia sudah lemas, tidak tahu harus melakukan apa lagi. Gadis yang selama ini mengaguminya diam-diam kini telah pergi meninggalkannya. Satu kesalahan berujung fatal, ia tidak pernah menyadari ada seseorang yang begitu tulus mencintai dan menyayanginya, namun selalu ia sia-siakan dan tak pernah ia perhatikan. Hingga saat ia menyadari perasaannya, ternyata gadis ini malah sudah tidak memiliki rasa untuknya. Sakit. **** ~ Jika memang memendam rasa kepadamu begitu sulit dan menyakitkan, tapi mengapa hatiku enggan tuk menyerah saat ini ~ **** Teman-temannya bisa mulai membaca lagi ya, Kelanjutan dari kisah Sheino sudah up kembali yang pasti akan semakin seru cerita kedepannya. Up setiap hari Kamis ya! Ada perubahan judul ya gais! Jangan lupa follow akun ini dan Share cerita ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines