Bunga tanpa akar

Bunga tanpa akar

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 6, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Begitu banyak kata maaf yang dilontarkan, begitu banyak pula kekecewaan yang dirasakan. Di antara dua belah pihak tidak ada yang bisa disalah kan salah satunya karena sebenarnya mereka ber-2 sama sama salah dalam mengartikan diri masing masing.mereka pintar,tapi tak pandai mengambil keputusan. Mereka baik,tapi tak terlalu baik untuk mereka sendiri. Mereka tangguh,tapi tak cukup berani melawan ego masing masing. Intinya,mereka terlalu lemah jika harus berhadapan satu sama lain, padahal kenyataan nya ada hati yang selalu merasa kecewa dan bibir yang sering melontar kan kata maaf. "Terkadang, penghianatan yang paling menyakitkan itu berasal dari orang terdekat kita. Dan pada saat itu pula orang terdekat mu berubah menjadi musuh mu." -zee "Aku tidak akan menahan mu lagi,pergilah dan cari dimana letak kebahagiaan mu. maaf jika selama ini hanya rasa kecewa yang kau rasakan." -orion
All Rights Reserved
#40
karate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He is not My Best Friend (End)
  • Taken Slowly
  • The Game
  • I Promise You But Not
  • 𝙶𝚛𝚒𝚣𝚎𝚕𝚕𝚎  [ℍ𝕀𝔸𝕋𝕌𝕊]
  • Love And Friendship
  • Dua Sisi (TAMAT)
  • CHAGRIN
  • ASRAR|
  • After Djingga (Completed)

Kata orang, persahabatan antara laki-laki dan perempuan tak semuanya berjalan mulus. Tahu kenapa? Ya, karena pasti akan terlibat sebuah perasaan. Perasaan yang entah itu hanya dimiliki satu orang saja, ibarat bertepuk sebelah tangan. Atau juga perasaan yang terbalas, istilahnya kedua-duanya memang memiliki rasa yang sama. Awalnya aku mengenyah hal tersebut, karena selama ini aku bisa hidup dengannya sejak kecil tanpa terlibat perasaan. Iya, itu pada saat aku masih menginjak kelas delapan sekolah menengah pertama. Waktu terus berjalan. Sampai pada akhirnya, perasaan yang ku genggam erat dan tak akan mungkin menyukai sahabatku sendiri, nyatanya pupus. Saat kelulusan kelas sembilan aku baru sadar. Kalau aku memiliki rasa sayang bahkan cinta pada sahabatku sendiri. Namun, sampai saat ini aku tidak tahu. Apakah kami memiliki rasa yang sama atau hanya aku yang memiliki rasa seperti itu? Jadi, apa ini akan berakhir cinta bertepuk sebelah tangan? Photo cover by pinterest. Created by me and don't copy my story!

More details
WpActionLinkContent Guidelines