A Different

A Different

  • WpView
    LECTURES 23
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., déc. 27, 2024
Lebih baik menderita di dunia daripada menderita di akhirat _Faaza Oktavia Khaswara_ ~•••~ Promise?" Tanya Faaza sembari menyodorkan jari kelingking nya ke arah Felix "Promise" ucap Felix dan mengaitkan jari kelingking nya dengan jari kelingking adiknya ~•••~ "Loh, Alvin?" Tanya Faaza yang sedari tadi menundukkan kepalanya untuk Gadhul Bashar, terkejut "Lah kok lo kenal gue?" Tanya Alvin keheranan "Have you forgotten me?" Tanya Faaza sembari mengangkat kepalanya "Loh Faaza?!" Kaget Alvin kegirangan ~•••~ ⚠️ Hanya fiksi belaka!! ⚠️Typo bertebaran!! ⚠️ Up sesuai mood 🙏🏻
Tous Droits Réservés
#222
rindu
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • NIDA ( END )
  • Dzikir Sendu Sang Perindu ✓
  • Alam
  • CLAUSTRUM || End✓
  • Baby Griffin [TERBIT]
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • SKY TRAPPED [END]
  • My Home [Hujan Series]
  • Bertumpu
  • Perempuan Dengan Segala Masalahnya (End)

"Berhenti main main! Gue pengen serius." Tukas Aldi dengan wajah seriusnya, tanpa ada sedikit unsur candaan. Ia nampak sedikit gusar sebab wanita dihadapannya ini tak pernah menganggap ucapannya serius. Nida sedikit ketakutan saat laki laki didepannya itu menaikkan nada bicaranya. Ia juga terkejut,laki laki yang satu ini selalu menjadikan apapun seperti lelucon dan candaan, namun kini dia terlihat begitu serius membuat Nida tak mampu menjawab dan hanya bisa membisu. Sial! Kenapa jantungnya berdegup keras. Ya ampun Nida merasakan pipinya memanas. "Lo harus jawab, nona muda." Aldi mendekatkan tubuhnya pada gadis dihadapannya hingga jarak mereka semakin tipis. Aldi merendahkan pandangannya, sebab tinggi mereka tidak setara. Dan di sini jelas Nida lah yang tidak terlalu tinggi. Nida mengangkat kepala dan pandangannya. Aish! Jantungnya sangat berdegup kencang. "Runtuhin tameng hati gue. Buat gue percaya akan hal itu." Ujar Nida dengan bersikeras menahan degupan di dada nya. Seulas senyuman terukir di wajah indah Aldi, dia kemudian mengambil jarak kembali menjauhkan tubuhnya,sebab ia tahu bahwa gadis dihadapannya itu tidak nyaman. "Setelah gue berhasil, gue gak bakal lepasin lo. Gue yang akan jadi pemenang. Hm?" Terdengar jelas seperti tantangan Aldi berucap. Membuat Nida semakin kalut. Ahhg! Aldi selalu saja berhasil membuat desiran aneh dalam tubuh Nida. Demi apapun Nida ingin menendang Aldi jauh jauh saat jantungnya berdegup keras. Bisa semakin malu ia jika Aldi mendengar degupan jantungnya. Tanpa Nida sadari, ia lah yang terjebak oleh ucapannya itu. Antara hati dan logika. note : ( Beberapa adegan terinspirasi dari cerita orang sekitar. ) ( Dipublikasikan pada : 6 Juli 2020 ) ( End ) ( Dilarang copas, atau plagiat cerita ini! Mikir sendiri jangan seenaknya, lu kira nyari ide cerita segampang nyari upil? ) Rank 1 #Nida ( 8 Juli 2023 ) Rank 1 #pdkt ( 21 Juli 2023 )

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu