We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HUJAN
  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 21
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 8, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
" mama mau kemana? Ma Tama mau ikut. " Wanita yang tama sebut mama itu tak mengubris perkataan sang buah hatinya. Ia lantas mempercepat langkah nya sembari menggendong bayi didalam pelukannya menuju halte bis meninggalkan anak sulung nya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Reborn In a Hug
  • THE ORDEAL
  • ANDAI AKU BISA
  • Kocak!!GUE Transmigrasi!!
  • Albel
  • NAKALA DAN TAWANYA
  • surat kecil untuk ibu
  • Welcome To Our Life

"Aku capek," ucap Gladys lirih, menatap kosong ke langit malam yang mulai menangis pelan. Hujan turun seperti memahami isi kepalanya yang kusut. Langkah kakinya lesu, menelusuri jalan setapak menuju arah yang bahkan ia sendiri tak yakin kemana. Ia hanya ingin pergi-dari semua tuntutan, dari kegagalan, dari suara-suara yang terus memaksanya kuat. Perlahan, ia melangkah pelan namun pasti, berniat untuk pulang. Entah ke mana arti 'pulang' itu sebenarnya. Brukk! Tubuhnya terhuyung, dunia mendadak gelap. "Hah? Bayi?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines