Hutan Jawa

Hutan Jawa

  • WpView
    Reads 38
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 12, 2024
seorang Anak kecil bersurai hitam dengan sepasang bola mata birunya yang seperti warna air laut di kedalaman samudra, serta warna bibirnya yang seindah buah cerry yang melengkapi wajahnya yang tam- cantik (sebenarnya perempuan tapi wajahnya tampan). Ia sedang bersenandung kecil sembari menyanyikan lagu kesukaannya. "Cublek-Cublek suweng suwenge tinggelenter mambu ketudung gudel pak gempong lera lere sopo nguyu ndelek ake sir~ sir pong ndelek gopong sir~ sir pong ndelek gopong sir~ sir pong ndelek gopoong~~" (cublek-cublek suweng merupakan lagu daerah dari jawa yang merupakan salah satu dari lagu daerah yang berada di indonesia). Gadis kecil tersebut dengan girangnya menyanyikan kembali nyanyian tersebut sambil berjalan menuju ke dalam hutan. Tanpa ia sadari ia telah salah mengambil jalan karena asyik menyanyikan lagu kesukaannya. Di pertengahan jalan ia tanpa sengaja menabrak seseorang yang saat ia mendongakkan kepalanya dia membeku dan ketakutan setengah mati badannya tidak dapat di gerakkan dengan keringat dingin yang bercucuran, karena seseorang yang ia tabrak. Bersambung..... baca ini ya! halooo semuanya panggil aja aku Laura ini adalah cerita pertamaku jadi jika ada kesalahan saat aku menulis cerita ini mohon di maafkan dan bilang di komen biar aku perbaiki. yang penasaran kelanjutannya silahkan baca cerita inii😁. terima kasih.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dear, Mr. Duda
  • Diary Dodol Amah
  • Cahaya Gemintang (CH!Indonesia)
  • ALONE
  • Black Out III
  • My Sweet Duda [SELESAI]
  • Your Beautiful Eyes (END)
  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • Lain Dunia (Tamat)
  • CENGKRAMAN DIRGA'S

Cerita sudah tamat! Sudah tersedia versi Audio Book Pogo ya teman-teman :) Sinopsis, "Biar saya lihat," gumam Pak Adam membuat Alara terperanjat kaget tiba-tiba melihat dosennya sudah ada di sebelahnya. Mata teman-teman Alara kini menatap Alara penasaran. "Apa yang kalian lihat?" tanya Pak Adam dengan suara menggema membuat setiap mahasiswa kembali fokus ke ujian mereka masing-masing. Tak lama, pria itu kembali menatap Alara. "Saya ingin lihat lembar ujian kamu." "S-saya belum selesai, Pak." "Tidak apa-apa. Kemarikan!" titahnya seakan tidak ingin dibantah. Perlahan Alara memberikan kertas tersebut dengan tangan bergetar. Adam menatap lembar jawaban istrinya dengan seksama sebelum mengoyak kertas jawaban itu membuat mata Alara seketika melebar. Ia segera berdiri dan kembali mendapat atensi dari teman-temannya. "Apa yang Bapak lakukan?!" serunya tidak percaya lalu mengutip kembali kertas ujian yang berserakan. Adam mengabaikan seruan Alara lalu menatap setiap mahasiswa yang kini menatapnya takut dan berkata. "Jika sekali lagi saya temukan kalian berbuat curang seperti Alara, tidak satu pun dari kalian yang akan lulus ujian saya." Mata Adam lalu beralih pada Alara yang nyaris menangis di tempat. "Sekarang kamu keluar dari ruangan saya." Lihat saja! Dia tidak akan membiarkan pria itu tidur bersamanya nanti malam. **** Baca, hayati, rasakan, karena ini bukan kisah dengan sejuta konflik. Ya, ini hanya kisah tentang Alara dan Adam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines