Di awal senja

Di awal senja

  • WpView
    Reads 57
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 11, 2026
"Dunia yang jahat, atau memang aku yang tak pantas untuk lahir?" Pertanyaan itu terus menghantui pikiran Narumi. Sebagai seorang gadis yang baru saja menginjakkan kaki di jenjang Sekolah Menengah Kejuruan, hidupnya terasa seperti mimpi buruk yang nyata. Semua bermula dari perintah Ibunya yang memaksa Narumi bersekolah di tempat yang sama sekali tidak pernah ada dalam daftar impiannya. ​Selama setengah tahun pertama, hari-hari Narumi dipenuhi penderitaan. Ia merasa asing, terjebak, dan kehilangan arah. Namun, semesta tampaknya punya rencana lain. Seiring berjalannya waktu, sosok yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya tiba-tiba hadir mengisi ruang-ruang kosong dalam kesehariannya. ​Kehadiran sosok tersebut membawa perubahan besar yang tak terduga. Perlahan namun pasti, luka lama Narumi mulai mengering. Kehangatan dan perspektif baru yang dibawa orang itu menuntun Narumi untuk mulai melunak, belajar menerima kenyataan, hingga akhirnya ia mampu berdamai dengan keadaan yang sempat ia benci.
All Rights Reserved
#8
putihabuabu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • REKSA: The Last Bell
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Putih Abu Abu (END)
  • Lost Contact
  • Cinta Sejati
  • Cintaku Berawal Dari Sepatu Terbang  ( Bara )
  • Benggala Ku Tak Abadi
  • Naura & Lukanya
  • TRAUMA

Reksa adalah seorang remaja pendiam yang selalu merasa asing di antara keramaian. Masa lalunya dipenuhi luka yang sulit dilupakan, meninggalkan jejak trauma yang membuatnya enggan membuka diri kepada siapa pun. Baginya, dunia terasa seperti labirin tanpa pintu keluar-terjebak dalam bayang-bayang masa lalu yang menghantuinya setiap saat. Namun, segalanya mulai berubah ketika ia memasuki SMA dan bertemu dengan sekelompok teman yang perlahan mengisi celah kosong dalam hatinya. Mereka tidak hanya hadir sebagai teman sebatas kata, tetapi juga sebagai cahaya yang menerangi sisi gelap yang selama ini ia sembunyikan. Dengan perlahan, Reksa mulai menemukan keberanian untuk keluar dari cangkangnya. Ia belajar bahwa tidak semua orang akan menyakitinya, bahwa ada tangan yang siap meraih dan hati yang tulus menerima. Di tengah canda tawa, konflik, dan perjalanan emosional yang mereka lalui bersama, Reksa mulai memahami bahwa masa lalu tidak harus menjadi belenggu. Perjalanan ini bukan tentang melupakan luka, tetapi tentang menerima, berdamai, dan melangkah maju. Dan di sinilah kisahnya dimulai-tentang seorang anak yang pernah hancur, tetapi menemukan kembali dirinya di antara orang-orang yang peduli.

More details
WpActionLinkContent Guidelines