Trigonomarry (Selesai)

Trigonomarry (Selesai)

Season 1 of 2
  • WpView
    Reads 15,773
  • WpVote
    Votes 2,450
  • WpPart
    Parts 58
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 7, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Kian tahu, ia hidup dengan selalu terjebak dalam segitiga. Setiap perasaan membentuk sudut, dan setiap konflik menjadi sisi yang tak bisa ia abaikan. Dalam hidupnya, tak pernah ada hubungan yang membentuk garis lurus. Selalu ada variabel tak dikenal, fungsi tersembunyi, atau masa lalu yang menjelma sebagai sudut ketiga, mengubah semua yang ia harap bisa sederhana. Sebagai seorang guru matematika, ia tahu: trigonometri diciptakan untuk memahami sudut, menghitung jarak, dan menemukan solusi. Tapi bisakah rumus-rumus itu menyelamatkan hubungan yang realitanya jauh lebih kompleks dari sekadar sin(θ) atau cos(α)?
All Rights Reserved
Series

TRIGONOMARRY

  • Season 1
    58 parts
  • SENATHA
    Season 2
    26 parts
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TIME will TELL {On Going}
  • Cause We are Family
  • 𝑻𝒊𝒈𝒂 𝑯𝒂𝒕𝒊, 𝑻𝒊𝒈𝒂 𝑪𝒊𝒏𝒕𝒂
  • Seratus Meter Dari Hatimu
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • BAYANG DI ANTARA KITA
  • Owner Of My Heart
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Perfect Love
  • 𝐃���𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines