He's Cassanova

He's Cassanova

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 30, 2025
"coba katakan padaku! apa yang membuatmu meragukan ku?" Lelaki itu bertanya hingga membuat gadis itu berhenti berjalan "Ayana... jawab..." ujar lelaki itu menghampirinya wanita muda itu membalikkan badannya dan menatap lelaki itu dengan air mata yang sudah menetes "kamu udah janji, kamu gak akan pergi ke club lagi! tapi kemaren apa?! aku terlanjur bohong sama mamah Anna! sekarang pilihan kamu cuma 2, pilih clubbing dan akhiri pernikahan kita, atau stop clubbing dan perbaiki ibadah kita sama², pilihan ada ditangan kamu. Dari awal aku juga gak minta kamu buat pilih aku dan bantu aku buat jaga anakku sama cowok sialan itu... kita pulang, aku gak akan pulang ke rumah ortu sebelum kamu mutusin pilihan kamu" perkataan wanita muda itu membuat tatapan lelaki itu menyendu dan menyesali apa yang ia lakukan tempo hari "aku tau kamu deket sama Han jihyeo, sahabat aku sendiri... kamu boleh pilih dia dan tinggalin aku sama Zara" ucapan itu membuat langkah lelaki itu terhenti dan membuat tubuhnya membeku ditempat
All Rights Reserved
#5
islamicnovel
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kawin Kontrak? [COMPLETED]
  • Complete (END)
  • [Terjemah] SAVE ME, KEEP ME | MarkChan GS ✔️
  • Oh! My Baobei
  • Iqbaal - IDR
  • ALA
  • Rahasia Istri Badgirlku [ENDING]
  • Sacrifice Of Love (Evan END) SUDAH TERBIT
  • Crush In Jun
  • GrapicH [✔] JOHNTEN FML

[COMPLETED] "Jadi lelaki itu yang akan dijodohkan ibu denganku? Tega sekali, Ibu," gerutuku. Aku semakin membulatkan tekadku untuk menolak ini. Tanpa kusadari, ibu melihat ke arah jendela kamarku dan melihatku kesal. Beberapa saat kemudian, terdengar suara pintu kamar diketuk. "Baby, buka pintu!" Pintanya tegas. Aku pun membukakan pintu. Lalu menelungkupkan badanku di atas kasur. Ibuku menarik kursi belajarku mendekat ke arahku dan memandangiku, lalu berkata pelan padaku. "Kau tahu sendiri kan kebiasaan di sini? Kau juga tahu asal usulmu? Kau paham betul, bagaimana ibumu ini bertahan? Semua karena ibumu ini sepakat dengan norma di sini. Mana mungkin kita bisa hidup cukup seperti ini kalau tidak mengikuti itu semua. Baby, kau tahu itu semua. Harusnya kaupun seperti ibumu ini, ikut arus itu." Melihatku tidak memandangnya, ibu terus mengatakan hal-hal yang sebenarnya kami berdua sama sama tahu. "Ibu menikah dengan bapakmu ketika seusiamu. Dengan itu, ibu bisa memiliki rumah ini dan seperangkat alat jahit. Ibu mampu membesarkanmu, menyekolahkanmu, memenuhi segala keinginanmu, dan tidak pernah menyusahkan orang lain. Kau memang tidak pernah bertemu bapakmu, tapi ibumu ini sudah bercerita tentangnya." "Kita hidup tanpa kekurangan. Bahkan bisa membantu sesama. Kita pun hidup bahagia. Mereka yang juga melakukan ini pun juga sama." "Menikah bukan sesuatu yang salah, Baby." Ibuku mengakhirinya dengan kalimat itu, lalu berdiri hendak keluar kamarku. "Tapi menjanda di usia muda bukan keinginanku, Bu." Balasku sebelum ibu keluar kamar. Ibuku berhenti sejenak, kemudian keluar dari kamarku. Happy reading~ Jangan lupa untuk: √ Vote √ Coment √ Kritik dan Saran Hargai author dengan vote, terimakasi💞

More details
WpActionLinkContent Guidelines