Jejak Rasa di Titik Nadir

Jejak Rasa di Titik Nadir

  • WpView
    LECTURAS 210
  • WpVote
    Votos 29
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadConcluida mar, ago 6, 2024
WpInfo
No ficción
Jejak Rasa di Titik Nadir: Menceritakan kisah Izmi, seorang gadis di sebuah kota di salah satu pulau bagian Tenggara Ibu Pertiwi yang lahir dalam keluarga yang terpecah. Dikelilingi oleh kekacauan emosional dan konflik keluarga, Izmi berjuang untuk menemukan identitasnya dan makna hidup di tengah-tengah kehampaan. Dalam perjalanannya, ia menghadapi berbagai tantangan yang menguji ketahanan dan keberaniannya. Novel ini menggali kedalaman jiwa Izmi saat ia berusaha menyatukan kepingan-kepingan hidupnya dan menapaki jalan menuju penyembuhan dan penemuan diri. Sebuah cerita yang penuh dengan kehangatan dan keindahan, mengajak pembaca untuk meresapi perjalanan batin yang menyentuh dan menginspirasi.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • If It's You
  • Bahagia
  • Mystery of Gutenberg Hostel
  • Di Antara Kenangan dan Waktu (On Going)
  • Maria Bukan Perempuan Biasa
  • Labirin Hati
  • Jejak Hati di Persimpangan Takdir
  • Di Antara Cedera dan Cinta: Perjalanan Arman
  • Jika Tak Pernah Merasa Baik Baik Saja

Tak semua cinta harus dimiliki. Tak semua harap harus terpenuhi. Dan tak semua luka harus hilang untuk bisa bahagia. Nadhira mencintai Izzan dalam diam, sejak masa putih abu-abu. Cinta yang tumbuh tanpa suara, namun berdetak dalam tiap helaan napasnya. Hingga waktu dan takdir membawanya pada kenyataan: Izzan menikah, bukan dengannya. Dunia Nadhira runtuh, namun ia memilih untuk tetap berdiri. Perjalanan panjang menuju penerimaan, membuat Nadhira belajar bahwa ikhlas bukan berarti tak pernah menangis. Tapi tentang berdamai dengan diri sendiri, tentang menata hati meski tak ada pelukan yang menenangkan. Ia mulai menulis, mengajar, dan membangun ruang aman bagi banyak jiwa muda-sembari pelan-pelan menyembuhkan dirinya. Ini adalah kisah tentang cinta yang tidak berakhir dengan "memiliki", tapi dengan "menerima". Tentang seorang perempuan yang tak lagi menunggu bahagia dari seseorang, tapi menciptakan bahagianya sendiri bersama Allah. Dan ketika ia benar-benar siap, cinta akan datang bukan sebagai pelengkap, tapi sebagai anugerah. Sebuah novel yang hangat, dalam, dan penuh perenungan untuk siapa saja yang pernah mencintai diam-diam-dan sedang belajar merelakan dengan tenang.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido