Batasan Norma Sosial

Batasan Norma Sosial

  • WpView
    LECTURAS 13,202
  • WpVote
    Votos 73
  • WpPart
    Partes 8
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, may 4, 2025
Zidan Malik, remaja 19 tahun yang tampan dan kekar, terkenal dengan kenakalannya dan kemampuan memikat orang dengan senyumnya. Lulus SMA dengan curang, Zidan mendapatkan beasiswa penuh sepak bola di universitas swasta. Namun, ketahuan menyontek di kelas Seksualitas Manusia membuat beasiswanya dicabut. Berasal dari keluarga kurang mampu, Zidan tidak mau berakhir dengan pekerjaan rendahan. Dia diberi pilihan untuk tetap kuliah dengan biaya ditanggung universitas jika setuju menjalani eksperimen "Batasan Norma Sosial." Selama 6 hingga 10 bulan, Zidan harus hidup tanpa privasi, telanjang sepanjang waktu, tanpa boleh menutupi tubuhnya. Tanpa pilihan lain, dia setuju dan menandatangani kontrak tanpa membacanya. Apa yang akan terjadi pada Zidan di eksperimen ini?
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ukhti Khilaf
  • Karma Sombong
  • SHAWN DAN NEONPULSE (CERITA PANAS GAY)
  • Kemeja Biru
  • < BxB > FULL KOST'AN "Wrong Man" [END]

Tiba-tiba ia mencondongkan badan dan mencium bibirku. Astaga! Aku hendak bilang astagfirullah sebenarnya, tapi mengingat bahwa setelahnya aku bukannya menolak tapi malah menginginkannya lagi karena penasaran, jadi dari pada tobatku jadi tobat sambal yang__aku bertobat di mulut tapi di hati berkata lain__, mending aku ber-astaga ria yang tak ada sangkut pautnya dengan pertobatan. "Kamu ngapain Dim?" "Cium! Praktik ngeluarin hormon oksitosin"-- Enteng sekali dia berbicara -- "ya kan learning by doing." Lanjutnya lagi. *** Juniel, ukhti yang anti pacaran, berjilbab panjang menutup dada, dengan pakaian longgar namun tidak seperti ibu-ibu yasinan, punya banyak sahabat cowok tapi nggak pernah cinlok, berpikiran logis tanpa mengedepankan perasaan, rupanya bisa khilaf karena seorang cowok kemayu yang awalnya ia sangka sebagai gay. Bagaimana Juniel mengatasi perasaannya? Bagaimana nasib jilbab panjangnya? Apa yang ia pikirkan setelah semua hal terlanjur yang ia lakukan? Yuk, ikuti cerita Juniel. Dia akan ceritain pengalaman masa KKN nya yang bikin dia pingin membanting meja kalau ingat tetang kebodohan masa lalunya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido