Bunga Hati Amarylis

Bunga Hati Amarylis

  • WpView
    Reads 192
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 11, 2024
Di sebuah hutan hiduplah seorang peri bernama Amarylis. Dia memiliki wajah yang cantik dan imut dengan surai hitam dan netra kuning keemasan, namun sayangnya keindahan itu tertutupi dengan sifat pemalu nya. Peri-peri lain bahkan enggan berbicara padanya karena sifatnya yang menurut mereka begitu tertutup sehingga tanpa sadar sedikit demi sedikit para peri menjauhi Amarylis secara sepihak. Amarylis tidak memiliki kesalahan apapun hingga harus dijauhi sukunya sendiri, hanya saja dengan kepribadian peri yang seharusnya begitu ceria membuat mereka merasa bahwa Amarylis berbeda dengan mereka. Amarylis yang mengetahui dirinya tengah dijauhi peri peri lain pun merasa sedih hingga membuatnya berlari begitu jauh dari hutan tempat tinggalnya berada. Tanpa sadar Amarylis berlari sampai di pinggir hutan dimana di tempat itu terdapat pegunungan dan sungai kecil yang mengalir. Amarylis yang tengah bersedih mendudukkan dirinya di tepian sungai "hik hik kenapa semua orang tidak menyukaiku? " ujarnya dengan kepala tertunduk. Matanya menitikkan air mata sembari merenungi nasibnya tak lama terdengar suara seseorang dari seberang sungai. Teryata itu adalah seorang pria, roman-romanya seperti petualangan. Nampaknya Amarylis mempunyai sebuah perasaan yang tidak bisa diungkapkan kepada langit dan laut. Sesuai takdir peri dan manusia terpisah ras dan dunia.
All Rights Reserved
#905
peri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Grama Putri
  • TAYA ( END )
  • fantasi fairy (on going)
  • That Lady, With All Her Secrets
  • My Empress | CIX
  • I Was The Evil Witch
  • Peri Kayu Gaharu (Asal mula Aroma Wangi Kayu Gaharu)
  • Bukan salahmu

( Cerita Pendek! ) Earlene Amoura. Seorang gadis yang tinggal di sebuah gubuk terpencil jauh dari keramaian penduduk. Keseharian nya mencari kayu bakar di tengah hutan untuk penerangan tempat tinggal nya. Keterbatasan wilayah, pangan, juga materi tidak membuatnya pusing atau merasakan kekurangan. Ia menikmati nya dengan tenang, bersyukur dengan sangat. Kehidupannya sangat tenang dan damai. Sebelum sesuatu hal membuatnya tidak kembali dari misi yang diberikan Ayahnya. Sejak saat itu, Earlene seolah hilang di dalam kegelapan hutan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines