VENDETTA

VENDETTA

  • WpView
    Reads 242
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 16, 2024
(DALAM TAHAP REVISI) Jangan lupa follow, vote, dan comment ya supaya cerita ini naik dan semakin rutin upload. Terima kasih banyak untuk dukungannya. Seluruh tubuh Katra luruh. Bersamaan dengan itu, sebuah kepala menggelinding, rambut pirang pasirnya semakin kusam tersaruk kotoran tanah. Napas Katra tercekat, mengambang hampir hilang melihat kejadian yang ada di hadapannya. Menjerit pun sudah tak kuasa. Jika bisa, ambil saja nyawanya. "Jangan terkejut, itu semua karena keegoisanmu." Napas Katra tersengal, gadis itu meraba-raba sekitarnya. Namun hanya angin malam yang ia dapat.
All Rights Reserved
#33
nymph
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Villainess Illusion
  • Between Crown and Forest
  • Cantikku Dibalik Kacamataku [On Going]
  • The Miracle Of Crystals
  • Slave? I'm the princess!
  • The Darkest Moon (Moon Series #3)
  • Switch Over
  • [END] Dad, I will listen carefully.

---- Alexandra Whitney Calister atau lady gila dari keluarga Calister, begitulah orang-orang mengenalnya. Alexa mungkin cantik dan kaya raya namun dalam hal kesopanan gadis itu sangatlah minus, bahkan bangsawan di sekitarnya lebih sering menyebutnya nenek sihir dibanding lady. Hampir semua orang di kerajaan Wynnzel tahu bahwa tak pernah ada hari yang dilewati Alexa tanpa menganggu sang putra mahkota. Untuk melindungi cintanya Alexa memilih menjadi buta, ia tidak takut dan tidak peduli akan apapun. Baik dan buruk tak lagi berbeda di matanya, asalkan keinginannya tercapai. Namun suatu hari Alexa melihat segalanya, ia pingsan dan bermimpi tentang takdirnya. Ternyata tidak akan ada kehidupan indah yang menunggu dirinya di masa depan, hanya ada jurang penderitaan dengan akhir mengerikan. ~~~~ "Alexandra Calister, adakah pembelaan terakhir yang ingin anda sampaikan sebelum pergi menghadap kematian?" Hening. Alexa menjatuhkan lututnya ke lantai, mengubah posisinya dari berdiri menjadi berlutut. Dengan tatapan kecewa ia menatap lurus ke arah pangeran David yang masih duduk dikursinya dengan tenang. "Kau tahu Dave? Aku mengorbankan segalanya untukmu tetapi kau..." "...Mengorbankan aku, untuk segalanya!" Alexa memejamkan mata menahan nyeri di hatinya, "Jika ini adalah bayaran setimpal atas semua dosa-dosaku, maka tak apa...." "Kuharap kita tidak akan pernah bertemu lagi, bahkan di neraka sekalipun...." ---- 🦋 Warning ; This story is complicated!

More details
WpActionLinkContent Guidelines