Chronicle of Aethelgard

Chronicle of Aethelgard

  • WpView
    Reads 72
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 6, 2026
Kastil Aethelgard bukan sekadar akademi sihir. Ia menyimpan rahasia berabad-abad tentang Void-dimensi kosong yang bisa menelan elemen apa pun. Kini, sesuatu telah membuka celah ke dunia itu. Murid-murid ditemukan pingsan. Energi gelap merembes di koridor. Dan pihak sekolah memilih bungkam. Nachia, Nala, Lily, dan Kimmy hanyalah empat murid tingkat Adept. Mereka tidak punya wewenang. Mereka bahkan belum diizinkan misi sungguhan. Tapi ketika bahaya semakin dekat, diam bukan lagi pilihan. "Kita cuma Adept, Nal. Kenapa kita yang harus nyelidikin?" "Karena kalau bukan kita... siapa lagi?" Empat gadis. Satu rahasia. Dan badai yang baru saja dimulai. ---
All Rights Reserved
#2
kimmy
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • adik ipar cantik
  • The Duke's Red String
  • Just let me live, Duke!
  • Abo Desire
  • The Unwritten Lady
  • Sin of The Villainess

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines