Hidup tanpa adanya sosok orang tua disisi kita itu menyakitkan.
Itulah yang dirasakan oleh seorang perempuan bernama Senna. Ibu nya meninggal saat dia masih kelas 4 SD, lalu beberapa bulan kemudian, Ayahnya juga ikut menyusul ibunya. Dia tinggal bersama Bibinya, dan juga kakak laki-laki nya.
Senna berusaha untuk tidak membenci takdir. Dia berusaha untuk mengikhlaskan kepergian kedua orang tuanya. Namun, hal itu tidaklah mudah.
Cita-cita Senna adalah menjadi seorang Dokter. Banyak alasan kenapa dirinya ingin menjadi seorang dokter, salah satu alasannya adalah--Senna ingin menyembuhkan penyakit Bibinya.
Rumah itu sunyi.
Terlalu sunyi untuk suara tawa, terlalu sepi untuk rasa aman.
Tak ada pelukan.
Tak ada tempat pulang yang benar-benar utuh.
Langit terlalu jauh,
dan dinding terlalu akrab dengan tangis.
Tumbuh-tanpa masa kanak-kanak.
Tertawa-dengan luka yang disembunyikan.
Mencintai-meski tak selalu dipahami kembali.
Saling menggenggam,
bukan karena kuat,
tapi karena tak ada lagi yang tersisa.
Dan di tengah retakan itu,
mereka tetap bertahan.
Karena kadang, cinta hanya hadir sebagai alasan untuk tidak menyerah.
Senja Dewi Abimana
Aurora Ratna Abimana
Arutala Embun Abimana
Suryani Mentari Abimana
Asa Arunika Abimana
Manjari dikara Abimana