Cangkir Kenangan

Cangkir Kenangan

  • WpView
    Reads 21
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 17, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
𝙻𝚊𝚢𝚊𝚔𝚗𝚢𝚊 𝚌𝚊𝚗𝚐𝚔𝚒𝚛 𝚍𝚊𝚗 𝚝𝚎𝚑 𝚢𝚊𝚗𝚐 𝚋𝚒𝚊𝚜𝚊 𝚔𝚒𝚝𝚊 𝚜𝚎𝚍𝚞𝚑, 𝚠𝚊𝚕𝚊𝚞𝚙𝚞𝚗 𝚌𝚊𝚗𝚐𝚔𝚒𝚛𝚗𝚢𝚊 𝚋𝚎𝚛𝚋𝚎𝚍𝚊, 𝚛𝚊𝚜𝚊 𝚝𝚎𝚑𝚗𝚢𝚊 𝚝𝚎𝚝𝚊𝚙 𝚜𝚊𝚖𝚊, 𝚔𝚊𝚗? ──────────────────────────── Pemuda tengil yang hobinya membawa cangkir kesayangannya di ransel hitam dengan bordiran tengkorak yang unik dan menciptakan ciri khasnya sendiri. Namun, pemuda itu berhasil menuliskan sejarah yang berharga di sekolah menengah. Tawanya sungguh dirindukan, suara serak yang bercampur cempreng sangat ingin didengarkan lagi oleh telinga, sorot matanya yang teduh sungguh sangat didambakan, banyak yang ingin melihatnya lagi. Selamat tidur, Jiwa, semoga jiwa yang tadinya melekat pada ragamu kini tenang seperti raga yang telah nyaman di peluk semesta, tolong sampaikan juga salam kami pada Tuhan. ### Start: 11 Agustus 2024 End:
All Rights Reserved
#88
tongkrongan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Cahaya [COMPLETED]
  • My Angel [END]
  • LOVE AND FRIENDSHIP ( R & J : 1 )
  • 02.00
  • Maaf, Aku Terlambat END✅
  • Titik Hitam Dalam Nurani [END]
  • DENNIES
  • Holla, Hiper! (Complete)
  • R U M I T

⚠️PERINGATAN!⚠️ CERITA INI DIBUAT SAAT AUTHOR BELUM MEMAHAMI BETUL BAGAIMANA KAIDAH PENULISAN NOVEL YANG BAIK. JADI BAGI KALIAN YG TETAP INGIN MEMBACA, HARUS SIAP MENGHADAPI BANYAK KECACATAN DI DALAMNYA. MOHON KRITIK DAN SARANNYA. SEKIAN. TERIMA KASIH. --- Dunia itu indah. Dunia itu menyenangkan. Setidaknya dua hal itu yang dapat aku yakini tentang dunia, beberapa tahun silam. Sampai suatu tragedi yang tak diinginkan terjadi, aku harus dijauhkan dari dunia itu. Terus dijauhkan. Sejauh-jauhnya. Bunda juga selalu berusaha menanamkan keyakinannya bahwa dunia itu kejam, dunia itu berbahaya. Ia terus mengingatkan tentang ini dan itu, tentang hal yang menurutnya akan mampu membuat keyakinanku goyah. Aku, dengan segala keterbatasanku sekarang, percaya, dunia tidaklah kejam. Ayahku juga pernah bilang : Jikalau dunia memang kejam, kenapa tidak dari dulu manusia dibinasakan? Kejam, bukan? Tapi kenyataannya apa? Masih banyak manusia hidup bahagia di luar sana. Masih banyak cinta-cinta bertebaran di setiap detiknya. Dari sana aku semakin yakin, akan ada banyak sekali hal yang bisa aku ambil dari luasnya dunia. Aku ingin sekali keluar. Aku ingin melihat dunia lebih detail, dunia yang telah tersia-siakan sejak tiga tahun terakhir. Dan jika aku sungguh bisa terbang bebas melihatnya, maka izinkan aku, Cahaya Aldebaran, gadis tunawicara ini membagikan kisahku pada kalian. Boleh, kan? Start at June, 25th 2018

More details
WpActionLinkContent Guidelines